Senin 05 Oct 2026 19:50 WIB

IPB Dorong Jejaring Alumni Jadi Penghubung Kampus dan Dunia Usaha

IPB dorong alumi bisa menjadi bagian dalam penguat ekonomi nasional

Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB (HA SB-IPB) dalam Musyawarah Nasional (Munas) III di Kampus Sekolah Bisnis IPB, Bogor, Sabtu (26/9/2026).
Foto: IPB
Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB (HA SB-IPB) dalam Musyawarah Nasional (Munas) III di Kampus Sekolah Bisnis IPB, Bogor, Sabtu (26/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Jejaring alumni perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi. Potensi alumni yang tersebar di berbagai profesi dan industri perlu dihubungkan dengan kebutuhan kampus, dunia kerja, dunia usaha, dan masyarakat agar menghasilkan kolaborasi yang lebih nyata.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB (HA SB-IPB) dalam Musyawarah Nasional (Munas) III di Kampus Sekolah Bisnis IPB, Bogor, Sabtu (26/9/2026).

Ketua Umum HA SB-IPB periode 2026–2030, Dr Irvandi Gustari SE MBA, mengatakan tantangan organisasi alumni ke depan bukan sekadar memperbanyak kegiatan, melainkan menghubungkan potensi alumni agar dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas.

“Potensi alumni Sekolah Bisnis IPB sangat besar dan beragam. Tantangan kami ke depan adalah bagaimana menghubungkan potensi itu agar dapat menghasilkan kolaborasi dan kontribusi yang semakin nyata,” ujar Irvandi.

Menurut dia, alumni yang berkiprah di berbagai profesi, industri, dan wilayah memiliki sumber daya pengetahuan serta pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan alumni, membuka peluang kerja sama, serta memperluas kontribusi sosial.

Karena itu, HA SB-IPB akan melanjutkan pengembangan program yang mempertemukan alumni dengan mahasiswa, almamater, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

Selama periode 2022–2026, HA SB-IPB mencatat lebih dari 125 kegiatan dengan melibatkan lebih dari 6.500 peserta dan penerima manfaat serta lebih dari 200 mitra. Program tersebut mencakup pengembangan karier dan kompetensi, pemberdayaan masyarakat, kemitraan korporasi, serta penguatan konektivitas alumni.

Irvandi mengatakan ukuran keberhasilan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kegiatan yang dilakukan. Menurut dia, yang lebih penting adalah dampak dan keberlanjutan kolaborasi yang terbentuk dari jejaring tersebut.

“Bagi kami, pencapaian bukan semata-mata tentang jumlah kegiatan. Yang jauh lebih penting ialah makin kuatnya jejaring alumni Sekolah Bisnis IPB dan makin luasnya manfaat yang diberikan kepada alumni, almamater, dan masyarakat,” katanya.

Salah satu ruang yang dikembangkan adalah penguatan kompetensi. Program tersebut menyasar alumni, lulusan baru, maupun mahasiswa agar memiliki kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan pendidikan lanjutan.

Kolaborasi dengan dunia usaha juga diarahkan pada pembukaan kesempatan magang, pengembangan usaha, serta kerja sama antara alumni dan institusi. Sementara dari sisi sosial, kegiatan pemberdayaan masyarakat dan dukungan bagi mahasiswa yang membutuhkan menjadi bagian dari kontribusi alumni.

Dekan Sekolah Bisnis IPB University Prof Dr Ir Noer Azam Achsani MS mengatakan keterlibatan alumni dapat memberikan manfaat bagi pengembangan lingkungan kampus. Kolaborasi antara alumni, mahasiswa, dan almamater dinilai dapat memperluas ruang pembelajaran di luar lingkungan akademik.

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, yang merupakan alumni DMB 12 SB-IPB, mengatakan jejaring alumni dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan, gagasan, dan pengalaman.

“Sebagai alumni DMB 12 SB-IPB, saya lihat jejaring alumni IPB sebagai kekuatan untuk mempertemukan ilmu, ide dan gagasan menjadi karya serta manfaat nyata,” paparnya.

Ekonom Dr Aviliani juga menilai keterlibatan alumni penting untuk menjaga keberlanjutan program yang memberikan manfaat bagi almamater dan masyarakat.

Sementara itu, Laksamana TNI (Purn) Dr Ade Supandi SE MAP menyoroti pentingnya hubungan alumni dengan almamater untuk mendukung pengembangan pendidikan dan memperluas kontribusi kepada masyarakat.

Dalam Munas III tersebut, Irvandi kembali dipercaya sebagai Ketua Umum HA SB-IPB untuk periode 2026–2030. Ia sebelumnya memimpin organisasi tersebut pada periode 2022–2026.

HA SB-IPB berdiri sejak 2016 dan kini menaungi lebih dari 6.000 alumni dari berbagai jenjang pendidikan. Jejaring tersebut tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang profesi, industri, pemerintahan, dan dunia usaha.

Dengan basis alumni tersebut, tantangan organisasi ke depan bukan hanya menjaga konektivitas, tetapi memastikan jejaring tersebut dapat diterjemahkan menjadi kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, alumni, almamater, dunia usaha, dan masyarakat.

Berita Lainnya

Rekomendasi