Senin 05 Oct 2026 16:16 WIB

Perahu Serat Kaca untuk Nelayan Papua

Tim mendirikan galangan kapal kecil agar warga bisa memproduksi kapal mandiri.

Pembuatan perahu fiberglass untuk nelayan asal Sorong, Papua.
Foto: Ist
Pembuatan perahu fiberglass untuk nelayan asal Sorong, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 8 Universitas Brawijaya mendampingi warga dari empat kampung di Distrik Segun, Sorong, Papua Barat Daya yakni Klasin, Klasegun, Waimlabat, dan Majemau untuk belajar mengganti kapal kayu tua mereka dengan perahu berbahan serat kaca (fiberglass). Antusiasme warga terlihat dari banyaknya warga yang datang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Selain lebih awet, bahan serat kaca ini membuat perahu lebih ringan sehingga tetap bisa dipakai saat sungai surut. Selama ini, perahu kayu tidak bisa bergerak saat air surut, karena berat. Ini menyebabkan hasil panen tidak bisa dibawa, dan orang sakit tidak tertolong.

Baca Juga

"Kami ucap terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah membawa program ini masuk ke kami yang ada di desa-desa. Harapan kami, kiranya ilmu yang kami dapat di sini membawa nilai yang terbaik bagi kami, bahkan meningkatkan taraf ekonomi kami. Setelah kapal fiber ini diluncurkan ke laut, kami bisa menikmati dengan sukacita,"kata nelayan setempat, Max di Balai Kampung Klasin, Sabtu (26/09/2026).

Selama ini, untuk masuk ke Segun saja, warga harus membayar Rp3-3,5 juta pulang-pergi lewat jalur sungai dan laut dari Sorong."Kapal fiber ini merupakan solusi. Kapal kayu itu berat, susah bergerak kalau kondisi dangkal, harus menunggu air pasang. Dengan kapal fiber yang lebih ringan, itu bisa membuat transportasi lebih lancar, lebih mudah," ujar Ketua Tim 8 Ekspedisi Patriot Unibraw, Dr. Sunardi, S.T., M.T., Selasa, (29/09/2026).

photo
Pembuatan perahu fiberglass untuk nelayan asal Sorong, Papua. - (Ist)

Sampai saat ini, tim tengah mengerjakan cetakan kapal ketiga, menyusul dua kapal yang telah lebih dulu dirampungkan. Target akhir program adalah 4 kapal berukuran panjang 7 meter, lebar 1,3 meter, dan kedalaman 0,6 meter. Empat kapal ini akan diserahkan secara  resmi pada bulan depan.

Selain membuat empat kapal tersebut, tim juga mendirikan galangan kapal kecil di lokasi agar warga bisa memproduksi kapal fiber secara mandiri ke depannya. Sebanyak 40 orang dilibatkan dalam proses pembuatan cetakan, dengan 10 orang perwakilan dari 4 kampung ikut serta dalam pelatihan langsung.

Langkah ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan dan pemerataan akses transportasi hingga ke pelosok. "Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik. Penghasilannya harus tambah," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (09/05/2026) lalu.

 

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi