REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, menegaskan bahwa sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program perumahan Sulut agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program strategis yang menyasar peningkatan kualitas hunian, penyediaan sanitasi, hingga pembiayaan perumahan yang terjangkau.
"Pembangunan bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan langsung manfaat pembangunan melalui hunian layak, lingkungan sehat dan akses pembiayaan perumahan semakin terbuka," kata Gubernur Yulius Selvanus di Manado, Sabtu.
Gubernur menekankan bahwa koordinasi dan sinergitas dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta pihak terkait lainnya merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Pembangunan yang dilakukan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Target 10.800 Unit Bedah Rumah
Gubernur menyebutkan, hingga 30 September 2026, sebanyak 10.800 unit rumah masyarakat di Sulawesi Utara mendapat dukungan program bedah rumah Sulawesi Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, sehat, dan nyaman ditempati oleh masyarakat.
Tidak hanya melalui program bedah rumah, sinergi pembangunan perumahan di Sulawesi Utara juga mencakup penyediaan fasilitas sanitasi. Sebanyak 81 unit fasilitas sanitasi telah dialokasikan, baik berupa pembangunan fasilitas baru maupun peningkatan fasilitas yang sudah tersedia.
Di sektor hunian vertikal, pembangunan 44 unit Rumah Susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Rusun MBR) juga menjadi bagian dari upaya menyediakan hunian yang layak dan lebih terjangkau. Rusun MBR tersebut nantinya akan dibangun di kawasan Paniki, Manado.
Realisasi FLPP Capai Rp216 Miliar
Sementara itu, dukungan pembiayaan perumahan juga terus diperkuat melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dari alokasi sebanyak 14.845 unit FLPP, hingga 30 September 2026 telah terealisasi 1.757 unit, dengan nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp216 miliar.
Program pembiayaan tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh hunian melalui skema pembiayaan yang lebih terjangkau. Sinergi sektor perumahan juga memberikan dampak terhadap pelaku usaha.
Hingga periode yang sama, sebanyak 791 debitur Kredit Program Perumahan (KPP) telah terealisasi. Program ini turut mendukung pelaku usaha seperti toko bangunan, kontraktor, dan UMKM yang bergerak dalam ekosistem sektor perumahan.
Gubernur menambahkan, pembangunan sektor perumahan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat aktivitas usaha, serta mendorong perputaran ekonomi daerah.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




