Kamis 24 Sep 2026 17:00 WIB

Wisuda 1.005 Lulusan, Universitas PTIQ Jakarta Tekankan Pengabdian

Lulusan PTIQ diharapkan mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Satria K Yudha
Universitas PTIQ Jakarta menggelar wisuda 1.005 lulusan jenjang sarjana, magister, dan doktor di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Foto: Muhyiddin/Republika
Universitas PTIQ Jakarta menggelar wisuda 1.005 lulusan jenjang sarjana, magister, dan doktor di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas PTIQ Jakarta mewisuda 1.005 lulusan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Para lulusan diminta mengamalkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rektor Universitas PTIQ Jakarta Nasaruddin Umar mengatakan, wisuda bukan hanya pencapaian akademik, tetapi juga membawa amanah keilmuan untuk diamalkan di tengah masyarakat.

Baca Juga

"Angka 1.005 bukan hanya persoalan statistik. Di dalamnya ada 1.005 kisah perjuangan, 1.005 harapan keluarga, 1.005 amanah ilmu dan 1.005 calon penerang bagi masyarakat," ujar Nasaruddin dalam sambutannya.

Menteri Agama tersebut meminta para lulusan tidak menjadikan gelar akademik sebagai jarak dengan masyarakat. Menurut dia, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PTIQ perlu diterapkan melalui pengabdian.

"Kita tidak ingin melahirkan lulusan yang hanya tajam akalnya, tapi kering hatinya. Kita tidak ingin menghasilkan sarjana yang tinggi ilmunya tetapi jauh dari masyarakat," ucapnya.

Nasaruddin juga meminta alumni beradaptasi dengan perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi, dan membangun jaringan internasional tanpa kehilangan identitas Alquran dan keindonesiaan.

Menurut Nasaruddin, alumni PTIQ selama ini telah berkiprah di berbagai bidang dan wilayah. Ia menyebut kebutuhan terhadap lulusan PTIQ juga masih terbuka, termasuk untuk mengisi peran sebagai imam masjid, muazin, dan pendakwah.

"Ada 800 ribu masjid di Indonesia yang membutuhkan imam-imam terbaik. Dan sekolah imam yang terbaik saat ini belum ada yang bisa dikalahkan oleh PTIQ," kata dia.

Ia juga menyebut permintaan terhadap alumni PTIQ datang dari sejumlah negara, antara lain negara-negara Arab, Qatar, Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. PTIQ juga memiliki mahasiswa yang melanjutkan studi ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri melalui dukungan beasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengungkapkan rencana Universitas PTIQ Jakarta membuka sejumlah program studi baru, termasuk kedokteran dan pertanian. Program tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Lulusan PTIQ dinilai membawa amanah keilmuan untuk berkontribusi bagi bangsa dan peradaban.

"Hari ini adalah tonggak sejarah penting bagi saudara-saudara sekalian. Menuntaskan pendidikan di Universitas PTIQ bukan sekadar mendapatkan gelar akademik, tetapi juga mengemban amanah keilmuan untuk nantinya berkontribusi pada bangsa. Dan yang paling berat adalah berkontribusi untuk peradaban," kata Airlangga saat menyampaikan orasi ilmiah bertema "Aktualisasi Ekonomi Berkeadilan Berbasis Nilai Quran".

Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Al-Qur'an Pontjo Sutowo juga meminta para lulusan terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.

"Kedudukan ilmu adalah cahaya kehidupan, dan Alquran itu menuntun ke arah bagian abadi. Karena itu, baktimu di masyarakat sudah sangat dinantikan," ujar Pontjo.

Menurut Pontjo, kemajuan peradaban tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kecintaan terhadap ilmu, pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari, serta akhlak dan kemuliaan.

Berita Lainnya

Rekomendasi