REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi I DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 25 orang calon duta besar (dubes) untuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Mereka menjadi calon dubes di China hingga Inggris.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono menjelaskan, fit and proper test itu digelar selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (23/9). Menurut dia, 25 calon dubes itu berasal dari rekomendasi pemerintah. "Habis selesai itu langsung dikasih ke pimpinan DPR," kata Anton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa.
Menurut Anton, DPR RI hanya menguji beberapa hal dari puluhan calon dubes itu dan biasanya mereka akan lolos setelah mendapatkan rekomendasi dari pihaknya. Pasalnya, penyeleksian sebelumnya sudah dilakukan secara ketat oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Namun, menurut Anton, calon dubes itu bisa saja tidak lolos atau tidak direkomendasikan oleh DPR RI jika ada ketidakpatutan atau ada laporan dari masyarakat terhadap sosok calon dubes. Dia pun yakin, nama-nama yang dikirim ke DPR RI adalah yang sudah layak. "Biasanya sih nggak ada yang begitu, karena kan screening-nya Kemenlu kan ketat sekali ya."




