Senin 21 Sep 2026 18:00 WIB

Pelayanan KB Gratis Digelar Serentak hingga 7 Oktober 2026

Perencanaan keluarga mencakup jumlah dan jarak kelahiran.

Warga mengikuti pelayanan KB gratis dalam rangka peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Tangerang Selatan, Jumat (18/9/2026).
Foto: Kemendukbangga
Warga mengikuti pelayanan KB gratis dalam rangka peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Tangerang Selatan, Jumat (18/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Masyarakat, khususnya pasangan usia subur, dapat memanfaatkan pelayanan keluarga berencana (KB) gratis yang digelar serentak di seluruh Indonesia hingga 7 Oktober 2026. Pelayanan tersebut tersedia di fasilitas kesehatan yang telah teregister di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Pelayanan KB serentak berlangsung pada 7 September hingga 7 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day yang diperingati setiap 26 September.

Baca Juga

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau pelaksanaan pelayanan KB di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Ayani, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (18/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Isyana melihat alur pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), mulai dari konseling, skrining dan pemeriksaan, pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implan, hingga konseling pascatindakan. Dia juga berdialog dengan sejumlah akseptor mengenai pengalaman memperoleh pelayanan kontrasepsi.

Isyana mengatakan, pelayanan KB menjadi salah satu bentuk akses pemerintah bagi pasangan usia subur untuk mendapatkan kontrasepsi sesuai kebutuhan. Menurut dia, program KB tidak ditujukan untuk menetapkan jumlah anak yang harus dimiliki setiap keluarga.

“Kemendukbangga/BKKBN tidak ingin mematok anaknya berapa, tetapi yang paling penting adalah bisa melakukan perencanaan keluarga,” ujar Isyana dalam siaran pers, Senin (21/9/2026).

Dia menjelaskan, perencanaan keluarga juga mencakup pengaturan jarak kehamilan untuk membantu pasangan mempersiapkan kehamilan sekaligus mencegah risiko 4 Terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak.

“Perencanaan keluarga termasuk juga menjaga jarak kehamilan dan tadi sudah diikuti oleh masyarakat Tangerang Selatan,” katanya.

Pelayanan KB tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengapresiasi pelaksanaan pelayanan KB gratis tersebut. Menurut dia, layanan tersebut memberikan manfaat bagi pasangan usia subur di Kecamatan Setu.

“Hari ini telah membantu pasangan usia subur yang ada di Kecamatan Setu untuk mendapatkan fasilitas pemasangan KB secara gratis,” ujar Pilar.

Kemendukbangga/BKKBN mendorong akses pelayanan KB dan edukasi kesehatan reproduksi menjangkau masyarakat secara lebih luas. Bagi pasangan usia subur, pelayanan kontrasepsi dapat digunakan untuk merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran.

Masyarakat dapat memperoleh pelayanan KB gratis hingga 7 Oktober 2026 di fasilitas kesehatan yang telah teregister di Kemendukbangga/BKKBN. Informasi mengenai akses pelayanan dapat diperoleh melalui Penyuluh Keluarga Berencana/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) di Balai Penyuluhan KB terdekat.

Masyarakat juga dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas kesehatan untuk menentukan metode kontrasepsi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasangan.

Berita Lainnya

Rekomendasi