REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesempatan untuk bertemu langsung dengan para pemimpin perempuan dari berbagai bidang menjadi pengalaman tersendiri bagi Azkiya Trihapsari, mahasiswa aktif Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Melalui program CEO for a Day yang diselenggarakan oleh UN Women, Azkiya tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga melihat lebih dekat bagaimana seorang pemimpin mengambil keputusan, membawa pengaruh, dan memberikan dampak bagi orang lain.
Program tersebut merupakan kegiatan bimbingan yang mempertemukan perempuan muda dengan para pemimpin perempuan, termasuk perwakilan dari UN Women. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan pada Rabu, (12/8/2026) di Sinarmas Plaza Tower, Jakarta Pusat. “Untuk kegiatan UN Women ini sendiri adalah program bimbingan yang mempertemukan perempuan muda dengan para pemimpin perempuan, termasuk perwakilan dari UN Women,” ujar Azkiya.
Bertemu dan Belajar Langsung dari Pemimpin Perempuan
Dalam program tersebut, Azkiya bersama peserta lainnya berkesempatan bertemu dengan sejumlah pemimpin perempuan dari berbagai bidang. Mereka di antaranya Chief Sustainability Officer APP Group, Managing Director of American Chamber of Commerce Indonesia, VP Resilient and Inclusive Business UN Global Compact Network Indonesia, Kepala Biro KTLN Kementerian Sekretariat Negara, Managing Director Boeing Indonesia, dan UN Resident Coordinator Indonesia, serta sejumlah pemimpin perempuan lainnya yang menjadi pembimbing.
Bagi Azkiya, kesempatan untuk berinteraksi secara langsung menjadi salah satu bagian yang paling menarik selama mengikuti program. Ia tidak hanya mendengarkan pengalaman para pemimpin, tetapi juga dapat bertanya dan mendapatkan bimbingan secara langsung.
“Hal yang menarik dalam kegiatan ini kita bisa bertanya langsung dan mendapatkan bimbingan langsung dari para pemimpin perempuan di dunia,” katanya.
Tidak Hanya Tentang Jabatan
Rangkaian program CEO for a Day kemudian ditutup melalui Leadership Forum yang bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional. Forum tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk membagikan pengalaman dan pembelajaran yang mereka dapatkan selama mengikuti program. Kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Selama program berlangsung, peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai kepemimpinan, pengambilan keputusan, budaya organisasi, serta upaya mempromosikan kepemimpinan perempuan dan keterlibatan dalam tujuan SDGs.
Pengalaman tersebut membuat Azkiya melihat kepemimpinan tidak selalu harus dimaknai dari posisi atau jabatan seseorang. Menurutnya, seorang pemimpin juga dapat dilihat dari bagaimana ia mampu membawa pengaruh, mengambil keputusan, dan memberikan dampak bagi orang lain.
“Kita bisa belajar bahwa menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang jabatan, tetapi juga tentang cara membawa pengaruh, mengambil keputusan, dan memberikan dampak bagi orang lain,” ungkapnya.
Ruang bagi Perempuan Muda untuk Berkembang
Program ini diikuti kurang lebih 100 peserta perempuan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya keinginan untuk bertanya dan berdiskusi dengan para pemimpin perempuan yang hadir.
Bagi Azkiya, pengalaman tersebut memberikan banyak manfaat. Selain mendapatkan pembelajaran secara langsung dari pemimpin perempuan, ia juga memperoleh wawasan mengenai dunia kepemimpinan, kesempatan membangun networking, serta ruang untuk menyuarakan pengalaman dan gagasan.
“Manfaat yang diperoleh dari acara ini banyak banget, seperti pengalaman belajar langsung dari pemimpin perempuan, wawasan tentang dunia kepemimpinan, networking, dan kesempatan menyuarakan pengalaman dan gagasan,” tutur Azkiya.
Lebih dari sekadar pengalaman mengikuti sebuah program, kegiatan tersebut juga membuat Azkiya melihat bahwa perempuan muda memiliki ruang yang luas untuk berkembang dan mengambil peran dalam berbagai bidang.
“Buat aku pribadi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan melihat bahwa perempuan muda juga punya kesempatan untuk berkembang dan mengambil peran dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Mengenali Potensi dan Memberikan Dampak
Bagi Azkiya, perjalanan dalam program CEO for a Day juga berkaitan dengan proses mengenali dirinya sendiri. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat membantunya memahami potensi yang dimiliki sekaligus memberikan dampak positif bagi perempuan lainnya.
“Pencapaian yang ingin aku peroleh dari kegiatan ini adalah bisa mengenali potensi diri aku, dan bisa berdampak positif untuk semua perempuan,” kata Azkiya.
Ia melihat program CEO for a Day bukan hanya sebagai kesempatan untuk bertemu dengan para pemimpin perempuan, tetapi juga sebagai pengalaman untuk melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas. Dari sana, Azkiya belajar bahwa kesempatan untuk berkembang dapat dimulai dari keberanian untuk belajar, bertanya, dan melihat pengalaman orang lain sebagai bagian dari proses membangun diri.
Bagi Azkiya, pengalaman tersebut menjadi pengingat perempuan muda juga memiliki kesempatan untuk mengambil peran. Kepemimpinan tidak berhenti pada siapa yang memegang jabatan, tetapi tentang bagaimana seseorang menggunakan kesempatan yang dimiliki untuk membawa pengaruh dan memberikan manfaat bagi orang lain.




