Sabtu 05 Sep 2026 16:31 WIB

Cyber University dan BINUS University Perkuat Sinergi Akademik

Kegiatan ini menjadi upaya Cyber University memperkuat kurikulum agar tetap adaptif.

Universitas Siber Indonesia (Cyber University) melakukan benchmarking pemutakhiran kurikulum Program Studi S1 Sistem dan Teknologi Informasi ke BINUS University, Kamis (20/8/2026).
Foto: Dok. Cyber University
Universitas Siber Indonesia (Cyber University) melakukan benchmarking pemutakhiran kurikulum Program Studi S1 Sistem dan Teknologi Informasi ke BINUS University, Kamis (20/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Universitas Siber Indonesia (Cyber University) melakukan benchmarking pemutakhiran kurikulum Program Studi S1 Sistem dan Teknologi Informasi ke BINUS University, Kamis (20/8/2026). Kegiatan berlangsung di BINUS Alam Sutera, Tangerang, dengan fokus pada pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Benchmarking tersebut mengusung tema “Pemutakhiran Kurikulum Berbasis OBE untuk Penguatan Kompetensi Cybersecurity dan Daya Saing Lulusan”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Cyber University dalam memperkuat kurikulum agar tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri.

Baca Juga

Dalam kegiatan itu, delegasi Cyber University berdiskusi dengan Dr Nelly, S.Kom., M.M., selaku Rektor BINUS University. Pertemuan juga dihadiri jajaran pimpinan BINUS lainnya, yakni Dr Rini Setiowati, S.E., M.B.A., Vice Rector for Collaboration & Global Engagement; Dr Reina, S.Kom., M.M., Vice Rector – Academic Operation & Resources; serta Prof Dr Ir Yohannes Kurniawan, S.Kom., S.E., MMSI., Vice-Rector Student Affairs.

Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran perspektif mengenai pengelolaan pendidikan tinggi, pengembangan kurikulum, serta strategi peningkatan kompetensi mahasiswa. Kedua institusi juga membahas pentingnya penguatan kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk bidang cybersecurity.

Ketua Program Studi (Prodi) Sistem dan Teknologi Informasi Cyber University, Neneng Rachmalia Feta, S.Kom., M.Kom., mengatakan, benchmarking menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pemutakhiran kurikulum. “Pemutakhiran kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja,” kata Feta, dalam keterangan rilis, Kamis (3/9/2026).

Menurut Feta, penerapan pendekatan OBE menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kurikulum program studi. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memastikan proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi, tapi juga pada capaian kompetensi yang perlu dimiliki lulusan.

“Melalui benchmarking ini, kami dapat melihat praktik baik yang telah diterapkan oleh BINUS University, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan penguatan kompetensi di bidang teknologi serta cybersecurity,” ujar Feta.

Delegasi Cyber University dalam kegiatan tersebut berjumlah lima orang. Mereka terdiri atas pimpinan universitas, Ketua Prodi Sistem dan Teknologi Informasi, serta tim pengembang kurikulum.

Feta mengatakan, wawasan yang diperoleh dari kegiatan benchmarking selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan kurikulum di Cyber University. Dengan begitu, kurikulum dapat terus disesuaikan dengan perubahan teknologi dan tuntutan kompetensi di dunia profesional.

“Harapannya, hasil benchmarking ini dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembangan kurikulum S1 Sistem dan Teknologi Informasi serta meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan,” ujar Feta.

Selain pemutakhiran kurikulum, pertemuan tersebut juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara Cyber University dan BINUS University. Kolaborasi dapat diarahkan pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum, hingga berbagai kegiatan akademik lainnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Cyber University sebagai “Shaping Future Digital Leader” untuk terus memperkuat mutu pendidikan melalui evaluasi, pertukaran pengetahuan, dan pembelajaran dari praktik baik perguruan tinggi. “Sinergi antarinstitusi diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap transformasi digital serta menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan masa depan,” kata dia.

Berita Lainnya

Rekomendasi