Rabu 02 Sep 2026 16:11 WIB

512 Santri Ponpes Keracunan MBG, SPPG di-Suspend Berat, Kepalanya Diusulkan Dicopot

BGN akan investigasi bersama dinkes terkait keracunan di Ponpes Manbaul Hikam

Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan atau suspend berat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah, Jawa Timur, yang menyebabkan kejadian fatal keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 512 siswa di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

"Kami juga suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan," ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Ketut menegaskan, Kepala BGN Sudaryono juga telah berkomunikasi secara intensif dengan kepala daerah dan pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam untuk menindaklanjuti kasus tersebut dan mengutamakan kesembuhan siswa.

"Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal, pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan," katanya.

Berdasarkan data investigasi terakhir BGN, total penerima manfaat yang terdampak keracunan MBG di SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah sebanyak 512 orang, dengan jumlah penerima yang masih dirawat sekitar 80 orang, serta yang sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh 312 orang.

"Namun demikian, kita masih observasi sebanyak 120 orang. Saat ini, kita fokus menyelamatkan kesehatan anak-anak kita di beberapa rumah sakit, ini yang kami utamakan," tuturnya.

 

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi