REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ahli Gizi Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, dr Een Resita mengatakan pencegahan stunting pada anak harus dimulai dari rumah melalui pemenuhan gizi seimbang. Orang tua juga perlu memantau tumbuh kembang anak secara rutin agar masalah pertumbuhan dapat diketahui sejak dini.
Menurut Een, pemenuhan kebutuhan gizi keluarga tidak harus bergantung pada bahan makanan berharga mahal. Bahan pangan lokal yang mudah ditemukan sehari-hari dapat menjadi sumber nutrisi yang baik selama dipilih dan diolah dengan tepat.
"Banyak menu lokal yang mudah didapat orang tua bagi anak dan memiliki nutrisi besar seperti nasi, telur, dan sayuran," kata Een di Tangerang, Senin (31/8/2026).
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan bukan hanya jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga keragaman bahan pangan dalam menu sehari-hari. Makanan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi anak tanpa harus membebani pengeluaran keluarga.
Een menekankan keberhasilan pendampingan gizi juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua. Pemantauan berkala diperlukan untuk melihat perubahan berat badan, tinggi badan, serta kondisi kesehatan anak sehingga masalah yang muncul dapat segera ditindaklanjuti.
"Melalui pemantauan dan pendampingan secara rutin, kita bisa mengetahui pertumbuhan anak dan bisa melakukan upaya intervensi lain jika diperlukan," kata Een.
Pemantauan tersebut sekaligus menjadi cara untuk memastikan upaya perbaikan gizi yang telah dilakukan keluarga memberikan hasil. Apabila pertumbuhan anak tidak berjalan sesuai harapan, keluarga dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Peran keluarga menjadi penting karena pola makan dan kebiasaan kesehatan anak sebagian besar terbentuk di lingkungan rumah. Dengan demikian, edukasi gizi kepada orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah menekan kasus stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan Pemerintah Kota Tangerang juga terus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan masalah kesehatan sejak dini.
Sejumlah program yang berorientasi pada keluarga terus dijalankan, mulai dari percepatan penurunan stunting, pendampingan keluarga, hingga penguatan pelayanan posyandu. Intervensi juga dilakukan sejak masa calon pengantin dan diteruskan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Masa 1.000 HPK menjadi salah satu perhatian dalam program yang dijalankan Pemkot Tangerang karena pendampingan tidak hanya diberikan ketika anak telah mengalami masalah pertumbuhan. Pemerintah berupaya melakukan pencegahan lebih awal dengan mendampingi keluarga sejak sebelum kehamilan hingga masa awal kehidupan anak.




