Ahad 30 Aug 2026 18:44 WIB

BNPB: Jarak Pandang di Kalimantan Hanya 1 Hingga 1,5 Km

BNPB memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Qommarria Rostanti
Api membakar lahan di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). Dalam upaya Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan yang terdiri dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, hingga relawan, serta dukungan satu pesawat untuk modifikasi cuaca dan patroli udara, serta enam helikopter untuk pemadaman karhutla melalui udara.
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Api membakar lahan di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). Dalam upaya Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan yang terdiri dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, hingga relawan, serta dukungan satu pesawat untuk modifikasi cuaca dan patroli udara, serta enam helikopter untuk pemadaman karhutla melalui udara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Enam provinsi itu adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penambahan titik panas (hotspot) masih terjadi sejumlah provinsi tersebut pada periode Sabtu (29/8/2026) pukul 00.00-23.59 WIB. Ia mencontohkan, di Kalimantan Barat, jumlah hotspot masih bertambah 553 titik menjadi 3.824 titik. Namun, titik api (firespot) turun menjadi 16 titik.

Baca Juga

"Kita berharap di lain waktu juga seperti ini bisa terjadi dan jadi provinsi-provinsi yang lain," kata dia saat konferensi pers secara daring, Ahad (30/8/2026).

Sementara itu, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah juga mengalami penambahan menjadi 5.391 titik. Namun, titik api di wilayah itu berkurang menjadi 65 titik. Sedangkan di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot turun 279 titik menjadi 1.077 titik. Jumlah titik api juga turun menjadi hanya tinggal 52 titik. 

View this post on Instagram

A post shared by ESG Now (@esg.now)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi