REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program BSI Explore 2026 yang digagas Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menjadi wadah pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa.
Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini melibatkan mahasiswa terpilih untuk terjun langsung ke desa-desa mitra di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Sehingga mereka dapat belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
Melalui BSI Explore, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas. Mereka juga mendapat kesempatan mengaplikasikan ilmu melalui berbagai program pemberdayaan dan pengabdian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pengalaman tersebut dirasakan langsung Kayla Zahrah Nur Fadillah, alumni BSI Explore 2025 dari Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI kampus Kaliabang. Menurutnya, keterlibatan dalam program ini memberikan gambaran nyata tentang penerapan ilmu komunikasi di lapangan.
“Di BSI Explore, saya benar-benar menerapkan ilmu komunikasi. Saya belajar membangun kepercayaan dengan warga, merancang program sosialisasi yang efektif, dan bahkan membantu mempromosikan potensi desa lewat media digital. Ini pengalaman public relations di dunia nyata,” ujar Kayla dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Kayla menjelaskan, interaksi langsung dengan masyarakat membuatnya memahami pentingnya komunikasi yang adaptif dan berbasis kebutuhan. Ia juga belajar bekerja sama dalam tim lintas disiplin untuk merancang program yang memberikan manfaat bagi warga desa.
“Selain mengasah kemampuan akademik, di BSI Explore juga menjadi sarana pengembangan keterampilan nonteknis atau soft skills buat saya,” tambahnya.
Ia menyebut, mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menyelesaikan masalah di lapangan, serta membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak.
Ade Suryadi, Ketua BSI Explore 2026 menjelaskan, program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman yang diterapkan UBSI.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi tantangan sosial di masyarakat.
Ke depan, BSI Explore diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.
‘’Pengalaman para alumni seperti Kayla menunjukkan keterlibatan langsung di lapangan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat,” ujar Ade.




