REPUBLIKA.CO.ID, ATLANTA – Kemenangan dramatis Argentina melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 diwarnai sejumlah keputusan kontroversial wasit. Pihak Mesir menilai Francois Letexier, wasit pertandingan tersebut, tak adil sementara jalan-jalan di Mesir diwarnai kemarahan akibat hasil tersebut.
Juara dunia bertahan tersebut sempat tertinggal dari tim berjuluk "Para Firaun" sebelum akhirnya membalikkan kedudukan dan menang 3-2 dalam pertandingan babak 16 besar pada hari Selasa.
Saat waktu pertandingan tersisa kurang dari sepertiga durasi normal, Mesir berada di ambang menyingkirkan sang juara dunia karena mereka unggul 2-0, meskipun sempat memiliki satu gol yang dianulir. Gol sundulan Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79, dan empat menit kemudian, Lionel Messi mencetak gol kedelapannya di turnamen ini untuk mengubah skor menjadi 2-2 sekaligus menjaga asa Argentina mempertahankan gelar juara.
Enzo Fernandez memastikan kemenangan bagi tim asal Amerika Selatan tersebut pada menit ketiga waktu tambahan; ia menyambut umpan silang Lautaro Martinez dengan sundulan ke sudut bawah gawang, sekaligus menyempurnakan aksi pembalikan keadaan yang memukau dengan torehan tiga gol dalam kurun waktu 13 menit.
Mesir bakal dikenang karena memberikan perlawanan sengit kepada Argentina, meski diwarnai rasa ketidakadilan akibat keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol Mostafa Ziko saat Mesir sedang unggul 1-0—walaupun ia kemudian berhasil mencetak gol lagi untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Gol Ziko tercipta di penghujung aksi serangan gemilang Mesir; Mohammad Salah memberikan umpan matang di depan gawang, dan pemain bernomor punggung 11 itu sukses menceploskan bola dari jarak dekat. Ia pun melakukan selebrasi penuh semangat sembari berlari dan melepas jerseynya, namun kegembiraan Mesir berubah menjadi kekecewaan beberapa menit kemudian setelah VAR mendeteksi adanya pelanggaran dalam proses terjadinya gol tersebut, sehingga gol itu pun dianulir.
Pembatalan gol tersebut dilakukan jauh setelah pelanggaran “kecil” yang diperiksa oleh VAR. Hal tersebut seharusnya tak terjadi mengingat bos wasit FIFA, Pierluigi Collina sebelumnya telah memerintahkan para wasit mengutamakan jalannya pertandingan.
Gol kemenangan Argentina di detik-detik terakhir memicu kemarahan lebih lanjut. Kubu Mesir memprotes keras dan menuntut penalti setelah terjadi pelanggaran terhadap Salah, yang kemudian berujung gol untuk Argentina.




