REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi teknologi yang relevan.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal terus memperkuat kualitas pembelajaran untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri digital masa depan.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI kampus Tegal menghadirkan lingkungan belajar yang dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi digital mahasiswa. Berlokasi di Jalan Sipelem No. 22, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, kampus ini mengkombinasikan pembelajaran teori dengan praktik yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Kepala Kampus UBSI kampus Tegal, Warjiyono mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah berbagai sektor sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan cepat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan perkembangan industri.
“Transformasi digital terjadi di hampir semua bidang. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali kompetensi teknologi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan problem solving agar siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Warjiyono dalam keterangannya di Tegal, Selasa (2/6/2026).
Salah satu program studi unggulan di UBSI kampus Tegal adalah Program Studi (Prodi) Teknologi Komputer yang telah terakreditasi Unggul. Prodi ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi modern dan kebutuhan industri digital.
Mahasiswa mempelajari berbagai bidang, mulai dari jaringan komputer, Internet of Things (IoT), mikrokontroler, sistem digital, hingga implementasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Kompetensi tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan industri yang semakin bergantung pada teknologi.
Tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, UBSI kampus Tegal mendorong mahasiswa aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Seminar teknologi, workshop, sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja secara langsung. Pengalaman ini diharapkan membantu mahasiswa membangun kesiapan profesional sebelum memasuki dunia industri.
Warjiyono menambahkan, kolaborasi antara pembelajaran akademik dan pengalaman praktik menjadi salah satu kunci dalam mencetak talenta digital yang kompetitif.
Menurutnya, industri saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan bekerja secara kolaboratif.
“Kami terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, lulusan UBSI kampus Tegal dapat menjadi talenta digital yang siap kerja, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan teknologi di Indonesia,” jelasnya.
Dukungan fasilitas pembelajaran digital, dosen berpengalaman, serta kurikulum yang disusun sesuai perkembangan teknologi menjadi bagian dari komitmen UBSI kampus Tegal dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Lingkungan akademik yang adaptif juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja digital, penguasaan teknologi menjadi salah satu kompetensi yang semakin penting.
“Melalui pendekatan pembelajaran berbasis industri dan teknologi, UBSI kampus Tegal berupaya menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi peluang dan tantangan di era transformasi digital,” tutup Warjiyono.