Selasa 26 May 2026 05:38 WIB

Bekali Guru Hadapi Era AI, UMJ Gelar Workshop Koding dan Kecerdasan Artifisial

Workshop kali ini berfokus pada literasi keamanan data.

UMJ membekali guru menghadapi era AI melalui kegiatan Workshop Pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Foto: UMJ
UMJ membekali guru menghadapi era AI melalui kegiatan Workshop Pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FT UMJ) membekali guru menghadapi era AI melalui kegiatan Workshop Pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial. Kegiatan yang diikuti oleh Guru dari SMA, SMK Muhammadiyah dan Komunitas Pintar Kecerdasan Artifisial (KOPIKA) Indonesia ini, berlangsung Senin,(25/5/2026).

Workshop ini mengangkat tema 'Transformasi Guru Hebat melalui Adaptasi Teknologi dan Pembelajaran Inovatif' sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) di dunia pendidikan.

Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengan RI, Muhammad Muchlas Rowi mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang dilaksanakan Teknik Informatika UMJ. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru memerlukan partisipasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Saya mendorong UMJ untuk terus terlibat aktif, bahkan jika memungkinkan memiliki sekolah binaan. Fakultas Teknik UMJ memiliki relasi dan kompetensi yang kuat dalam pengembangan pembelajaran sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi dunia pendidikan,” ujarnya.

Muchlas menilai kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar UMJ dalam meningkatkan kapasitas guru, khususnya dalam membekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Ia berharap materi yang diberikan dapat terus disesuaikan dengan kurikulum nasional dan kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.

Menurutnya, kebijakan pembelajaran koding dan digitalisasi pendidikan saat ini ada AI for Learning, yaitu pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih adaptif, kontekstual, dan menarik bagi peserta didik.

“AI tidak selalu menghasilkan informasi yang benar sehingga penggunaannya tetap memerlukan kemampuan berpikir kritis dan verifikasi,” ujarnya.

photo
UMJ membekali guru menghadapi era AI melalui Workshop Pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial. - (UMJ)

Menjaga Nilai-nilai Humanis

Dekan FT UMJ, Irfan Purnawan mengatakan workshop mengenai kecerdasan artifisial telah beberapa kali dilaksanakan dan menjadi kegiatan yang penting untuk diikuti. Menurutnya, hal utama dalam perkembangan AI bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga nilai-nilai humanis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Teknologi yang berkembang pesat tidak bisa menggantikan etika dan akhlak. Nilai-nilai tersebut tidak dapat dipelajari hanya melalui YouTube maupun AI, tetapi harus dibangun melalui sisi humanis yang diciptakan oleh para pendidik,” ujarnya.

Ia menambahkan AI dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan peserta didik dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Melalui bidang informatika, para pendidik diharapkan mampu menjaga generasi bangsa agar tetap memiliki akhlak yang baik serta integritas yang tinggi.

Ketua Prodi Teknik Informatika, Jumail mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi era kecerdasan artifisial. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, dan berharap kegiatan ini berjalan lancar dan peserta bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Ketua Pelaksana kegiatan, Hendra mengatakan bahwa ini merupakan kelanjutan dari pelatihan koding dan kecerdasan artifisial yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Pelatihan tersebut menyasar guru SD hingga SMA di berbagai daerah, seperti Jakarta, Jawa Tengah, Tangerang, dan Sukabumi.

“Pelatihan tahun lalu berfokus pada koding dan kecerdasan artifisial dari sisi pembelajaran mendalam. Sedangkan pada workshop kali ini, fokusnya adalah literasi keamanan data. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada para guru tentang pentingnya melindungi data pribadi yang sering kali tersebar tanpa disadari,” ujar Hendra.

Workshop ini menghadirkan beberapa materi, di antaranya pemanfaatan ChatGPT dalam penyusunan pembelajaran serta materi tentang keamanan sistem informasi dalam penggunaan PID.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement