Ahad 17 May 2026 01:30 WIB

Kukar Tekan Pengangguran Lewat Program Siap Kerja

Pemerintah Kutai Kartanegara menekan pengangguran dengan program Siap Kerja, targetkan 6.000 peserta terlatih hingga 2026.

Rep: antara/ Red: antara
Kukar tekan pengangguran lewat program Siap Kerja.
Foto: antara
Kukar tekan pengangguran lewat program Siap Kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, TENGGARONG, – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berupaya menekan angka pengangguran melalui program Kukar Siap Kerja. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga agar siap memasuki pasar kerja.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Tenggarong, Sabtu, menjelaskan bahwa selain program Kukar Siap Kerja, pemerintah daerah juga menyediakan Klinik Wirausaha Mandiri untuk mendorong masyarakat menciptakan lapangan kerja dan mencapai kemandirian ekonomi.

Sejak diluncurkan, lebih dari 4.000 warga telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat hingga akhir 2024, dengan target mencapai 6.000 orang pada 2026. Setiap tahun, sekitar 1.200 orang dilatih, terutama dari keluarga kurang mampu berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

Kerja Sama dengan Perusahaan

Program ini bekerja sama dengan berbagai perusahaan, sehingga tingkat penyerapan kerja cukup tinggi. Banyak peserta pelatihan vokasi langsung diterima bekerja di perusahaan besar dan multinasional, mengingat pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri setempat seperti pengelasan, alat berat, otomotif, dan jasa.

Perusahaan tertarik merekrut peserta karena keterampilan dan sertifikasi yang dimiliki. Pelatihan meliputi berbagai sektor seperti las, pertambangan, perkebunan, konstruksi, dan alat berat.

Penurunan Pengangguran

Program ini berhasil menekan angka pengangguran yang berdampak pada penurunan jumlah warga miskin, seiring dengan peningkatan pendapatan warga. Bidang pelatihan yang memiliki tingkat penyerapan kerja tertinggi adalah teknik dan pertambangan dengan tingkat penyerapan 90-95 persen.

Pada sektor perkebunan dan pertanian, tingkat penyerapan hasil pelatihan mencapai 75-85 persen. Sementara itu, di bidang konstruksi, tingkat penyerapan mencapai 70-80 persen. Berkat berbagai program ini, tingkat pengangguran di Kukar turun dari 4,4 persen pada 2025 menjadi 3,85 persen pada 2026.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement