REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Seorang tentara cadangan IDF tewas dalam serangan pesawat tak berawak Hizbullah di Israel utara. Kematian ini menandai kian gencarnya serangan balasan Hizbullah terhadap pasukan Israel yang terus menjajah wilayah selatan Lebanon.
Pasukan penjajahan Israel (IDF) melansir prajurit yang terbunuh tersebut berusia 47 tahun dan merupakan seorang pengemudi di Batalyon 6924 Pusat Transportasi, dari Petah Tikva. Ia adalah tentara kelima yang terbunuh di Lebanon selatan di tengah gencatan senjata.
Serangan itu terjadi sekitar pukul 15.00. pada hari Ahad, ketika beberapa drone bermuatan bahan peledak yang diluncurkan oleh Hizbullah menyerang wilayah Israel dekat Manara, dekat perbatasan dengan Lebanon. Salah satu drone membunuh prajurit itu, menurut penyelidikan IDF.
Tiga tentara IDF terluka ringan dalam salah satu dari sejumlah serangan pesawat tak berawak yang dilakukan oleh Hizbullah di Lebanon selatan pada hari Senin, kata militer. Pasukan dibawa ke rumah sakit dan keluarga mereka diberitahu.
Beberapa jam kemudian, IDF mengeluarkan peringatan evakuasi untuk sembilan desa di Lebanon selatan menjelang serangan udara yang menargetkan kelompok teror tersebut.
Kelompok Hizbullah pada Ahad menerbitkan rekaman yang menunjukkan baterai Iron Dome Israel terkena serangan pesawat tak berawak yang meledak pekan lalu. Ini ketika kekerasan lintas batas antara Israel dan Lebanon terus berlanjut sepanjang hari menjelang perundingan langsung putaran ketiga yang diperkirakan akan diadakan pada akhir pekan ini.
#Hezbollah’s military media released footage showing an Israeli soldier attempting to flee a Merkava tank moments before an explosive drone struck the newly established Nimr Al-Jamal site opposite the southern Lebanese town of Alma Al-Shaab. pic.twitter.com/NTrAqPgtGE
— The Palestine Chronicle (@PalestineChron) May 9, 2026
Klip tertanggal 8 Mei 2026 itu, menunjukkan drone dengan pandangan orang pertama mendekati baterai Iron Dome sementara sejumlah tentara IDF berdiri di dekatnya, tampaknya tidak menyadari ancaman yang datang. Hizbullah mengklaim serangan itu terjadi di Galilea Barat dekat perbatasan Lebanon.
Merujuk the Times of Israel, IDF sebelumnya belum pernah mempublikasikan dampak seperti itu. Mereka tidak memberikan komentar pada Ahad mengenai video Hizbullah.
Kelompok Hizbullah sering menggunakan drone kecil dalam serangannya terhadap pasukan Israel. Beberapa drone dipandu menggunakan gulungan kabel serat optik, yang membuatnya kebal terhadap upaya untuk menghambat sinyal secara elektronik.
Hizbullah mengklaim pada Jumat telah meluncurkan segerombolan drone ke pangkalan militer Israel yang sensitif di Israel utara. Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut mengatakan mereka menargetkan pangkalan pengatur lalu lintas udara yang terletak di puncak Gunung Meron, sekitar delapan kilometer dari perbatasan.