Senin 11 May 2026 07:55 WIB

Jubir Militer Iran: AS akan Hadapi Metode Perang Baru Jika Berani Kembali Menyerang

Metode penyerangan baru termasuk senjata dan target sasaran yang tak terduga.

Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran berjanji akan meningkatkan operasi tempur ke medan pertempuran baru jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan agresi militer terhadap Iran. Demikian ditegaskan juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia pada Ahad (10/5/2026).

“Jika musuh sekali lagi salah perhitungan dan memulai agresi terhadap Iran, mereka pasti akan menghadapi metode (perang) baru yang tidak terduga,” kata Akraminia seperti dikutip kantor berita Tasnim.

Baca Juga

Juru bicara militer itu menjelaskan bahwa metode tersebut mencakup peralatan modern dan lebih canggih, model peperangan baru, dan yang terpenting, medan pertempuran anyar.

“Dengan kata lain, perang akan mencapai tempat-tempat yang tidak dapat diperkirakan atau diperhitungkan musuh dalam rencana mereka,” tambahnya.

Selama masa gencatan senjata dengan AS, Iran disebut bekerja untuk memperkuat kemampuan militernya, memperbarui daftar target, menyesuaikan pelatihan tempur dengan kondisi baru, memperbaiki persenjataan defensif dan ofensif, serta melakukan pengerahan ulang yang diperlukan, ucap juru bicara itu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara/Sputnik
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement