Kamis 30 Apr 2026 13:58 WIB

Merangkai Puzzle, Merunut Menit ke Menit Tragedi di Stasiun Bekasi Timur

Saat masinis Argo Bromo tahu sinyal telah merah, semua sudah terlambat.

Petugas gabungan mengevakuasi korban selamat kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan 7 orang penumpang meninggal dunia, dan 81 penumpang luka-luka dan dirawat.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Petugas gabungan mengevakuasi korban selamat kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan 7 orang penumpang meninggal dunia, dan 81 penumpang luka-luka dan dirawat.

Oleh Mas Alamil Huda, Jurnalis Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Tumburan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Kampung Bandan-Cikarang, di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) masih menyimpan banyak tanda tanya. Tragedi itu kemudian dikaitkan dengan peristiwa tertempernya taksi hijau (Green SM) oleh KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta di lajur rel yang berbeda.

Baca Juga

Republika mencoba menganalisis kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi, rekaman video, dan data-data lainnya terkait peristiwa itu. Berikut runutan analsis tersebut.

Taksi hijau tertemper di perlintasan sebidang yang berjarak kurang lebih 100-200 meter dari bangunan utama Stasiun Bekasi Timur atau titik tragedi Argo Bromo. Tertabraknya taksi hijau terjadi dalam waktu yang ‘tidak lama’ sebelum KRL dari arah Jakarta menuju Cikarang ditumbuk oleh Argo Bromo. KRL tersebut dalam kondisi diam atau berhenti ketika ditabrak dari belakang.

Ada dua bagian peristiwa yang bisa dipisah dalam konteks waktu dan tempat. Pemisahan ini bisa memudahkan dalam melihat rangkaian kecelakaan dari menit ke menit untuk memahaminya secara utuh. Waktu-waktu penting yang perlu dicatat adalah ketika Argo Bromo menghantam KRL, yakni pukul 20.55 WIB. Sedangkan jadwal keberangkatan Argo Bromo dari Stasiun Gambir adalah 20.30 WIB.

Taksi hijau

Taksi hijau yang mogok atau terhenti di tengah perlintasan, tertemper KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta sebelum tragedi Argo Bromo menghantam bagian belakang KRL dari arah Jakarta menuju Cikarang. Spekulasi banyak berkembang terkait waktu mogok taksi tersebut hingga tertemper KRL.

photo
Warga mengamati taksi listrik Green - (Republika/Prayogi)

Beredar narasi, taksi tersebut sudah ‘terdiam’ di perlintasan rel kurang lebih 30 menit sebelum tertabrak. Jika benar ada jeda 30 menit, mengapa KRL dari Cikarang arah Jakarta tidak ditahan di stasiun sebelumnya atau Stasiun Tambun?

Padahal, berdasarkan jadwal KRL yang diperbaharui Januari 2026, jarak dari Stasiun Tambun menuju Bekasi Timur kurang lebih 4 km dengan waktu tempuh hanya 4-5 menit. Artinya, secara prosedur, KRL tidak mungkin diberangkatkan karena jalur dari Stasiun Tambun hingga Bekasi Timur ‘tidak steril’.

Atau, jika spekulasi 30 menit itu keliru, maka kemungkinan lain adalah taksi tersebut mogok di tengah perlintasan rel kurang dari 5 menit sebelum ditabrak. Sebab KRL telah diizinkan otoritas di Stasiun Tambun untuk berangkat. Sehingga KRL tak punya kesempatan untuk menghindari temperan.

Dalam kisaran waktu kecelakaan Argo Bromo atau pada pukul 20.55 WIB, ada jadwal KRL dari Stasiun Tambun 20.50 WIB dan seharusnya tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.54 WIB. Taksi hijau saat tertemper KRL kemungkinan besar berada di rentang waktu 20.50-20.54 WIB.

Argo Bromo...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement