Senin 27 Apr 2026 17:59 WIB

Laga Penentuan, Tim Thomas Indonesia Ditantang Prancis, Tim Uber Berebut Puncak Grup

Tim Thomas Indonesia wajib menang untuk memastikan juara Grup D.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Ganda putra muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin beraksi di Piala Thomas 2026.
Foto: dok PBSI
Ganda putra muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin beraksi di Piala Thomas 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim bulu tangkis Indonesia bersiap menghadapi laga krusial dalam perebutan posisi juara grup pada ajang Thomas-Uber Cup 2026 yang berlangsung di Horsens, Denmark, 24 April hingga 3 Mei 2026. Tim Thomas akan berburu tiket ke babak gugur, sementara tim Uber akan menjalani duel penentuan juara grup/

Tim Thomas Indonesia yang menjadi unggulan kedua tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Hingga menjelang laga terakhir fase grup, Indonesia tampil meyakinkan dengan kemenangan telak 5-0 atas Aljazair dan kemenangan dramatis 3-2 atas Thailand.

Baca Juga

Meskipun memuncaki Grup D, posisi Indonesia belum aman. Laga melawan Prancis pada Selasa (28/4/2026) menjadi penentu nasib Merah Putih.

Kemenangan akan memastikan Indonesia keluar sebagai juara Grup D. Namun, jika Indonesia kalah 2-3 dan Thailand menang 5-0 atas Aljazair, posisi Indonesia akan turun menjadi runner-up, meski tetap melaju ke perempat final.

Situasi lebih rumit bisa terjadi jika Indonesia kalah dengan skor 1-4 atau 0-5 dari Prancis. Skenario tersebut berpotensi menggagalkan langkah ke perempat final, menyusul hasil mengejutkan ketika Thailand menumbangkan Prancis 4-1 yang memengaruhi selisih kemenangan di klasemen.

Dengan berbagai kemungkinan tersebut, duel kontra Prancis menjadi laga hidup-mati yang menuntut performa terbaik dari skuad Thomas Indonesia.

Sementara itu, tim Uber Indonesia juga menghadapi ujian berat dalam perebutan juara Grup C. Sebagai unggulan ketujuh, Indonesia bersaing dengan Australia, Kanada, dan unggulan keempat China Taipei.

Indonesia dan China Taipei sama-sama mencatat hasil identik, yakni menang 5-0 atas Australia dan 3-2 atas Kanada. Kondisi ini membuat pertemuan kedua tim menjadi laga penentuan juara grup.

Pertandingan diprediksi berlangsung ketat mengingat performa impresif kedua tim sepanjang fase grup. Bagi Indonesia, ini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa status unggulan bukan cerminan kekuatan sesungguhnya.

Menjadi juara grup akan memberi keuntungan tersendiri karena akan menghadapi runner-up grup lain di babak perempat final.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh para atlet.

“Saya berpesan kepada setiap pelatih untuk memastikan para atlet yang diturunkan pada setiap fase adalah yang paling siap kondisinya, baik dari segi fisik maupun mental bertanding. Sejauh ini, saya melihat anak-anak sudah memperlihatkan permainan dan perjuangan terbaik mereka,” ujar Eng Hian.

Ia juga mengingatkan para atlet untuk tampil tanpa beban.

“Saya berharap anak-anak bisa terus bermain dengan tenang, percaya diri, dan tidak terbebani oleh tekanan apa pun. Tunjukkan karakter juara di setiap poin dan setiap pertandingan. Jika mereka bermain lepas dan menikmati momen di lapangan, hasil akan mengikuti. Yang paling penting, bawa pulang kebanggaan untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Pengundian babak perempat final Piala Uber dijadwalkan berlangsung pada 29 April, sementara Piala Thomas pada 30 April. Juara grup akan diundi menghadapi runner-up dari grup lain, dengan ketentuan tidak bertemu kembali dengan lawan dari grup yang sama.

PBSI pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan para atlet Merah Putih di panggung dunia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement