Sabtu 11 Apr 2026 14:11 WIB

ASEAN Dinilai Berpotensi Jadi Pusat Pendidikan Global

Rektor UI dorong ASEAN perkuat kolaborasi pendidikan.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Heri Hermansyah.
Foto: Republika.co.id/Erik Purnama Putra
Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Heri Hermansyah.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menyatakan kawasan ASEAN memiliki peluang strategis untuk menjadi pusat pertumbuhan baru pendidikan tinggi global.

Hal tersebut disampaikannya dalam sesi In-Depth Briefing: ASEAN Higher Education pada QS China Summit 2026 yang digelar di Futian Shangri-La, Shenzhen, China, pada 8–9 April 2026.

Baca Juga

Menurut Heri, potensi tersebut didukung oleh kekuatan demografi muda, meningkatnya investasi pendidikan, serta berkembangnya kolaborasi regional di kawasan Asia Tenggara. Namun, ia menekankan bahwa peluang tersebut perlu diakselerasi melalui penguatan sinergi lintas negara.

“Diperlukan kolaborasi riset bersama, peningkatan mobilitas akademik, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan agar perguruan tinggi ASEAN mampu meningkatkan daya saing dan memberi dampak nyata,” ujarnya dalam keterangan di Depok, Sabtu.

Ia menambahkan integrasi antara perguruan tinggi, industri, dan kebijakan publik menjadi kunci penting untuk memastikan lulusan memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan pasar kerja global.

Forum QS China Summit 2026 sendiri mengusung tema “Connected Cities, Collaborative Campuses” yang menyoroti transformasi pendidikan tinggi melalui pengembangan keterampilan, strategi universitas kelas dunia, mobilitas internasional, serta percepatan riset dan teknologi.

Partisipasi UI dalam forum tersebut menegaskan peran aktif Indonesia dalam percaturan pendidikan tinggi global, sekaligus memperkuat posisi UI sebagai mitra strategis dalam pengembangan kolaborasi di kawasan Asia-Pasifik.

Di sisi lain, ASEAN memiliki kekhasan tersendiri yang menjadi kekuatan dalam pengembangan pendidikan tinggi. Kawasan ini dikenal sebagai ruang pertemuan beragam budaya, bahasa, dan sistem pendidikan yang dinamis, sehingga menciptakan ekosistem pembelajaran yang kaya perspektif.

Keberagaman tersebut justru menjadi modal penting dalam mendorong inovasi, karena pertukaran gagasan lintas budaya memungkinkan lahirnya solusi yang lebih adaptif terhadap tantangan global.

Selain itu, karakter masyarakat ASEAN yang terbuka terhadap kolaborasi dan memiliki semangat gotong royong turut memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi di kawasan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement