REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah meluncurkan "Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026" untuk memudahkan masyarakat mengetahui dan mengakses berbagai program dukungan pemerintah.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, menyampaikan Buku Saku 0% memuat memuat berbagai program bantuan pemerintah sebagai satu kesatuan program yang terintegrasi bagi rakyat memudahkan masyarakat mengetahui dan mengakses berbagai dukungan pemerintah, serta memastikan setiap bantuan tersalurkan tepat sasaran kepada pihak yang berhak.
"Buku ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengetahui dan mengakses berbagai dukungan pemerintah," kata Qodari.
Dia menjelaskan bahwa buku tersebut menampilkan dukungan kesejahteraan sepanjang hayat, saat negara hadir dalam setiap fase kehidupan melalui berbagai program, dimulai dari kandungan sampai dengan usia lanjut.
"Buku ini menegaskan arah besar program Presiden Prabowo bahwa kesejahteraan bukanlah bantuan sesaat. Melainkan dukungan yang berkelanjutan sepanjang hayat," tambahnya.
Berbagai program tersebut, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), sembako, subsidi listrik bantuan dukungan usaha, Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat dan pemberian bantuan iuran untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Semua bantuan tersebut terintegrasi melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Integrasi itu sangat penting untuk memastikan bahwa data penerima manfaat semakin akurat, program tidak tumpang tindih dan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Seluruh program dukungan kesejahteraan 2026 dibangun secara terpadu dan berkelanjutan dengan dampak langsung bagi masyarakat. Negara tidak hanya hadir memberi dukungan, tapi juga menyiapkan fondasi agar rakyat tumbuh sehat, cerdas, produktif, mandiri, dan sejahtera sebanyak mungkin," kata Qodari.




