REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama para stakeholder terkait akan mengevaluasi pemberlakuan one way nasional dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Kalikangkung Semarang. Evaluasi ini dilakukan untuk mempertimbangkan kemungkinan penghentian rekayasa lalu lintas tersebut.
“One way nasional yang dibuka pada tanggal 18 Maret, besok pagi (Sabtu, 21/3) akan kami evaluasi,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Jakarta, Jumat.
Evaluasi dilakukan mengingat pergerakan lalu lintas mulai landai setelah sempat meningkat pada puncak arus mudik Rabu (18/3). Jika traffic counting di jalan tol tetap rendah, pemberlakuan one way nasional akan dihentikan.
“Kami lakukan kolaborasi dengan stakeholder, baik Pak Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, termasuk kami akan melapor kepada Bapak Kapolri. Mungkin one way arus mudik akan kami cabut. Jamnya kapan nanti akan kami sampaikan,” ucap Agus.
Diketahui, one way nasional resmi diberlakukan di Tol Trans Jawa pada Rabu (18/3), dimulai dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga KM 414 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan mudik. Rekayasa ini sebenarnya sudah dimulai sejak Selasa (17/3) dari KM 70 hingga KM 263 Tol Trans Jawa, namun diperluas karena volume kendaraan meningkat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.