REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Tingkat okupansi kereta api di Daop 2 Bandung mencapai 83,6 persen dari total kapasitas 345.840 kursi selama puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada Rabu ini. Sejumlah 289.196 tiket telah terjual untuk keberangkatan dari wilayah ini selama periode 22 hari masa Angkutan Lebaran 2026.
Menurut Kuswardojo, Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, puncak arus mudik di wilayah ini jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026. KAI telah mempersiapkan layanan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
Data operasional menunjukkan bahwa sebanyak 17.521 penumpang dijadwalkan berangkat dari berbagai stasiun di Daop 2 pada hari ini. Sementara itu, volume kedatangan ke Bandung dan sekitarnya mencapai 17.181 orang, dengan mayoritas pemudik memilih tujuan ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.
Tingginya angka mobilitas ini didominasi oleh jadwal kereta favorit. Untuk mengantisipasi kepadatan, KAI menyiagakan personel tambahan dan mengoptimalkan pemeriksaan sarana prasarana secara berkala guna menjamin ketepatan waktu keberangkatan.
KAI Daop 2 Bandung memastikan seluruh operasi, mulai dari kesiapan kru kereta hingga fasilitas di stasiun, berada pada level optimal untuk melayani lonjakan penumpang hingga mendekati hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah. "Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan memperhatikan jadwal keberangkatan guna menghindari keterlambatan," tutup Kuswardojo.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.