REPUBLIKA.CO.ID, MERAK — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional arus mudik dimulai Rabu (18/3/2026) siang dari Km 70 hingga Km 414 Kalikangkung, Jawa Tengah. Kebijakan ini disiapkan untuk memperlancar pergerakan kendaraan menuju Trans Jawa pada puncak arus mudik.
Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan telah menuntaskan tahapan awal, mulai dari sosialisasi hingga penerapan one way tahap pertama pada hari sebelumnya dari Km 70 hingga Km 263. Rekayasa disusun berdasarkan peningkatan bangkitan arus kendaraan dari arah Jakarta.
“Jadi one way nasional arus mudik akan dibuka pukul 12.00 WIB,” kata Agus di Pelabuhan Merak, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan rekayasa lalu lintas diterapkan bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi lapangan. Arus kendaraan menuju wilayah Banten dan penyeberangan Merak–Bakauheni masih terpantau terkendali sehingga belum memerlukan skema serupa.
Pengendalian lalu lintas tidak hanya dilakukan di jalan tol, tetapi juga terintegrasi dengan pengaturan di pelabuhan. Korlantas memantau langsung pergerakan kendaraan dari jalur utama hingga titik penyeberangan.
“Hari ini kami telah melakukan sosialisasi sejak siang hari karena adanya peningkatan arus kendaraan,” ujar Agus.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Ia meninjau langsung kondisi perjalanan menuju Pelabuhan Merak dan memastikan layanan berjalan lancar melalui koordinasi lintas instansi.
Di pelabuhan, Kementerian Perhubungan bersama operator telah menyiapkan tujuh dermaga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Kondisi antrean dinilai masih terkendali dan lebih merupakan proses tunggu naik kapal.
“Ini bukan antrean, tetapi proses menunggu naik ke kapal,” ujar Dudy.
Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo melaporkan jumlah kendaraan yang telah melakukan reservasi mendekati 13 ribu unit pada malam puncak. Arus kendaraan tetap mengalir dan ruang parkir masih tersedia di sejumlah titik.
ASDP menerapkan pembagian kendaraan ke tiga pelabuhan untuk mengurai kepadatan, yakni Merak untuk kendaraan pribadi dan penumpang, Ciwandan untuk roda dua dan sebagian kendaraan barang, serta BBJ untuk kendaraan berat. Sistem tiket terintegrasi juga diberlakukan untuk mendistribusikan kendaraan secara merata ke kapal yang tersedia.
“Izin Pak Menteri, sesuai prediksi kami malam ini merupakan puncak pergerakan masyarakat di Merak,” kata Heru.
Korlantas memastikan situasi keamanan dan ketertiban selama Operasi Ketupat tetap terkendali tanpa kejadian menonjol. Pengawasan dilakukan menyeluruh dari jalur tol hingga pelabuhan.
Pemerintah menargetkan kelancaran arus mudik tetap terjaga hingga beberapa hari ke depan melalui koordinasi lintas sektor. Pemudik diimbau mematuhi arahan petugas dan menjaga kondisi perjalanan.