REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan penanganan 924 titik jalan berlubang di ruas jalan provinsi selesai sebelum H-1 Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan, perbaikan jalan dilakukan secara intensif di seluruh ruas jalan provinsi. Henggar mengatakan, hingga pertengahan Maret 2026 puluhan ribu titik kerusakan jalan telah ditangani.
“Secara keseluruhan jumlah lubang yang sudah kita tangani mencapai 25.323 titik. Update terakhir yang masih tersisa sekitar 924 lubang. Mudah-mudahan sebelum H-1 bisa selesai,” kata Henggar, Ahad (15/3/2026).
Henggar menjelaskan, wilayah dengan jalan berlubang terbanyak berada di sejumlah daerah, antara lain Semarang, Tegal, Pati, dan Purwodadi. Penambalan jalan dilakukan setiap hari oleh delapan balai pengelola jalan di bawah DPUPR Jawa Tengah.
“Teman-teman tetap bekerja sampai H-1 Lebaran. Kalau ada lubang baru langsung ditangani. Libur hanya sekitar H-1 sampai H+2,” kata Henggar.
Untuk mempercepat penanganan darurat, DPUPR Jawa Tengah menyiapkan material aspal dingin di sejumlah balai. Material tersebut memungkinkan penambalan segera ketika ditemukan kerusakan baru di ruas jalan provinsi.
“Penanganan ini kami lakukan di seluruh jalan provinsi, termasuk jalur yang menjadi akses menuju objek-objek wisata,” kata Henggar.