Senin 09 Mar 2026 15:10 WIB

AS Incar Minyak Iran, Senator Amerika: Kita akan Dapat Banyak Uang Jika Rezim Teheran Jatuh

AS disebut akan mengendalikan hampir sepertiga minyak dunia jika jatuhkan rezim Iran.

Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Serangan AS ke Iran bukan sekadar persoalan klaim senjata nuklir yang tak jelas. AS ditengarai ingin menggulingkan pemerintahan Iran untuk mencuri minyak mentah Teheran.

Hal itu setidaknya tergambar dari pernyataan senator senior AS dari Republik, partai yang mendukung Donald Trump. 

Baca Juga

Menurut Lendsey Graham, AS akan mengendalikan hampir sepertiga minyak dunia dan meraih keuntungan rekor jika berhasil menggulingkan pemerintah Iran.

Graham menyampaikan komentar tersebut pada Ahad (8/3/2026) kepada Fox News ketika harga minyak global melonjak melewati $100 per barel.

Harga minyak itu digambarkan Presiden AS Donald Trump masih sangat kecil atas perang AS-Israel melawan Iran, yang diluncurkan pada 28 Februari.

Graham menggambarkan biaya serangan tersebut sebagai uang terbaik yang pernah dikeluarkan dengan alasan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, sesuatu yang telah dibantah Iran.

"Ketika rezim ini jatuh, kita akan memiliki Timur Tengah yang baru, kita akan menghasilkan banyak uang. Tidak ada yang akan mengancam Selat Hormuz lagi," kata Graham, menambahkan bahwa AS akan memasang pemerintahan yang "ramah" di Teheran.

“Venezuela dan Iran memiliki 31% cadangan minyak dunia. Kita akan menjalin kemitraan dengan 31% cadangan yang diketahui. Ini adalah mimpi buruk bagi China. Ini adalah investasi yang baik.”

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement