REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Republik Islam Iran menunjukkan sinyal persatuan politik setelah para pejabat tinggi negara itu menyerukan dukungan luas kepada pemimpin tertinggi baru, Ayatullah Mojtaba Khamenei. Seruan tersebut datang menyusul keputusan Majelis Para Ahli (Majles-e Khobregan) yang menunjuk Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi. Ia menggantikan ayahnya, Ayatullah Ali Khamenei, yang syahid akibat serangan militer Israel-Amerika Serikat.
Sejumlah tokoh penting Iran segera menyatakan kesetiaan mereka kepada sang pemimpin baru. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyebut keputusan Majles-e Khobregan sebagai langkah yang “tepat.” Pihaknya menegaskan, ketaatan pada kepemimpinan Ayatullah Mojtaba merupakan kewajiban religius dan sekaligus kebanggaan nasional bagi rakyat Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, turut menyerukan persatuan nasional. Ia juga menyampaikan apresiasi atas "keputusan jelas" yang diambil oleh Majles-e Khobregan.
Dukungan juga datang dari kalangan militer. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengucapkan selamat kepada Ayatullah Mojtaba.
Lebih lanjut, IRGC juga menyatakan “kesetiaan yang tulus seumur hidup” kepada sang pemimpin baru. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, cabang elite angkatan bersenjata Iran itu menegaskan, akan mematuhi perintah Ayatullah Mojtaba dan siap melaksanakannya (sami'na wa atha'na).
View this post on Instagram