Kamis 05 Mar 2026 22:52 WIB

Seperti di Gaza, AS-Israel Bunuh Seribu Lebih Warga Sipil di Iran dan Bom Belasan Rumah Sakit

Pemerintahan Trump dan militer AS tak menunjukkan penyesalan atas korban sipil.

Warga menyiapkan pemakaman massal untuk korban serangan Israel di sekolah perempuan di Minab, Iran, Selasa (3/3/2026).
Foto: IRANIAN FOREIGN PRESS DEPARTMENT
Warga menyiapkan pemakaman massal untuk korban serangan Israel di sekolah perempuan di Minab, Iran, Selasa (3/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Lebih dari 1.000 warga sipil telah terbunuh dalam lima hari pertama pemboman AS-Israel di Iran. Angka ini termasuk 181 anak-anak di bawah usia sepuluh tahun, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS. 

Kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan laporan mengenai 1.230 kematian warga sipil dan lebih dari 5.000 orang terluka sejauh ini dalam perang yang dimulai pada Sabtu dini hari dengan gelombang serangan udara besar-besaran di seluruh negeri yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan para pemimpin militer dan politik Iran lainnya. 

Baca Juga

Dikatakan bahwa 880 kematian tambahan yang dilaporkan saat ini sedang ditinjau untuk verifikasi dan klasifikasi.

Jumlah kematian di Iran termasuk 175 siswi dan staf dalam serangan rudal pada hari Sabtu di sebuah sekolah di Minab. Serangan di sekolah lain menewaskan dua orang. Sementara serangan AS terhadap kapal Iran yang sedang berlayar di Samudera Hindia menewaskan lebih dari 80 orang.

Aljazirah melansir pada Kamis. Kementerian Kesehatan Iran mengatakan 11 rumah sakit, tujuh pusat gawat darurat, sembilan ambulans dan empat fasilitas medis lainnya rusak akibat serangan AS-Israel terhadap Iran.

Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah memverifikasi lebih dari 10 serangan terhadap infrastruktur kesehatan Iran di tengah kampanye AS-Israel, menewaskan empat petugas kesehatan dan melukai 25 orang. “WHO telah memverifikasi 13 serangan terhadap layanan kesehatan di Iran dan satu di Lebanon,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers. 

photo
Warga melintas di depan Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH )

Pejabat WHO lainnya pada pengarahan yang sama menambahkan bahwa empat ambulans juga terkena dampaknya dan bahwa rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya mengalami kerusakan ringan akibat serangan di dekatnya.

HRANA mengatakan “berbagai lokasi dan infrastruktur, termasuk beberapa pangkalan militer, dua pusat kesehatan, dan satu kawasan pemukiman,” terkena serangan udara antara tanggal 2 Maret dan 3 Maret, termasuk laporan kerusakan pada Rumah Sakit Shohada di Sarpol-e Zahab dan rumah sakit lapangan di Salas-e Babajani.

Kelompok tersebut menambahkan bahwa serangan tersebut mungkin melanggar hukum humaniter, namun menyatakan bahwa ini adalah “temuan awal dan masih harus diverifikasi.” 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement