TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Amerika Serikat telah “melakukan kekejaman di laut” dengan menenggelamkan kapal angkatan laut Iran Dena di Samudera Hindia. Ia menjanjikan tindakan itu akan sangat disesalkan oleh AS..
“AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil (3.219 km) jauhnya dari pantai Iran,” kata Abbas Araghchi dalam sebuah postingan di X. “Frigate Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, diserang di perairan internasional tanpa peringatan.”
“Ingatlah kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah dibuatnya ini.”
Pelaut Iran yang selamat dari serangan kapal selam AS di Samudera Hindia menjalani pemulihan di sebuah rumah sakit di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka, kata pihak berwenang, sehari setelah sedikitnya 87 orang tewas dalam serangan itu.
Pihak berwenang di Rumah Sakit Nasional di Galle dan sumber angkatan laut mengatakan 87 jenazah dibawa oleh tim penyelamat militer yang menanggapi panggilan darurat pagi hari dari IRIS Dena pada hari Rabu, menurut kantor berita Reuters.
Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap sekitar 60 orang di dalamnya yang masih belum ditemukan akan dilanjutkan pada hari Kamis, kata pihak berwenang.
Ke-32 pelaut yang diselamatkan sedang dirawat karena luka ringan dan dapat dipulangkan dari rumah sakit pada hari Kamis, menurut pihak berwenang. Dua polisi menjaga pintu masuk bangsal No 58 rumah sakit sementara perawat berlalu lalang dan dokter melakukan patroli pagi.