Selasa 03 Mar 2026 16:23 WIB

Laporan: 787 Warga Sipil Iran Syahid Akibat Serangan AS-Israel

Sebelumnya, serangan udara AS-Israel menarget sekolah anak-anak di Iran.

Kondisi bagian dalam Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Kondisi bagian dalam Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Jumlah korban jiwa akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah meningkat menjadi 787 orang. Demikian laporan Aljazirah, mengutip data yang disampaikan Bulan Sabit Merah Iran pada Selasa (3/3/2026).

Militer Israel dan AS mulai menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Operasi ini tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa di sejumlah wilayah Iran. Pemimpin tertinggi negara republik Islam tersebut, Ayatullah Ali Khamenei, juga dilaporkan syahid usai kediamannya di Teheran menjadi sasaran serangan udara AS-Israel.

Baca Juga

Sebelumnya, serangan gabungan Washington dan Tel Aviv pada Sabtu (28/2/2026) lalu menarget sebuah sekolah putri Shadjareh Tayebeh di Iran selatan. Menurut keterangan media setempat, sebanyak 165 orang kehilangan nyawa akibat serangan tersebut.

The Guardian melansir, video dan foto-foto setelah kejadian tersebut, yang telah diverifikasi keasliannya dan memiliki geolokasi ke lokasi tersebut, menunjukkan ratusan orang berkumpul di sekitar bangunan yang sebagian runtuh dan berasap, dengan puing-puing berserakan di jalan dan para lelaki menggali di dalamnya untuk mencari korban. Jeritan terdengar di latar belakang.

Dalam beberapa gambar, tas sekolah dan buku pelajaran ditarik dari puing-puing. Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, mengatakan AS "mengetahui laporan mengenai kerugian warga sipil akibat operasi militer yang sedang berlangsung. Kami menanggapi laporan ini dengan serius dan sedang menyelidikinya."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement