REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jakarta Pramono Anung masuk dalam tiga besar kepala daerah dengan tingkat highest engagement atau perhatian publik tertinggi selama satu tahun masa jabatan. Temuan itu tertuang dalam laporan tahunan Deep Intelligence Research (DIR) bertajuk “Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026”.
Lembaga riset media dan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) itu menganalisis pemberitaan media massa serta percakapan publik di media sosial sejak 20 Februari 2025. Berdasarkan riset DIR, Pramono mencatat 959.157.202 engagement dengan total audience mencapai 5.764.849.476.
Angka ini membuatnya masuk dalam gubernur dengan publikasi media massa terbanyak dan figur yang paling banyak diperbincangkan di media sosial dalam periode tersebut.
Laporan itu mencatat pemberitaan mengenai Pramono didominasi sentimen positif, dengan eksposur kuat di wilayah Jakarta, Banten, dan Tangerang. Isu yang paling banyak disorot antara lain transportasi publik, penanganan banjir, infrastruktur, serta program pelayanan warga.
Dalam kategori yang sama, posisi pertama ditempati Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan total engagement 4.256.465.957 dan audience 25.570.049.700. Sementara posisi ketiga diraih Gubernur Aceh Muzakir Manaf dengan 337.185.381 engagement dan audience 1.693.330.015.
Direktur Komunikasi DIR Neni Nur Hayati menyebut tahun pertama kepemimpinan kepala daerah merupakan fase krusial dalam membangun legitimasi publik. "Kami menggunakan metodologi Media Intelligence yang menggabungkan analisis media massa dan digital listening untuk melihat sejauh mana legitimasi publik terbentuk di era keterbukaan informasi ini," kata dia, dikutip Republika, Selasa (24/2/2026).