Kamis 19 Feb 2026 04:02 WIB

Hari Pertama Ramadhan, Zionis Tembaki Warga Gaza dan Tepi Barat

Pasukan penjajah membunuh seorang anak di utara Jalur Gaza.

Warga Palestina berduka di samping jenazah syuhada akibat pengeboman Israel di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, 15 Februari 2026,
Foto: EPA/HAITHAM IMAD
Warga Palestina berduka di samping jenazah syuhada akibat pengeboman Israel di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, 15 Februari 2026,

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Serangan Israel menewaskan sedikitnya dua warga Palestina dalam insiden terpisah di Jalur Gaza pada hari pertama Ramadhan, Rabu. Israel juga terus menghalangi ribuan warga Palestina untuk mencari pertolongan medis darurat melalui penyeberangan Rafah yang dibuka kembali sejak pekan lalu. 

Aljazirah melaporkan di seorang anak dibunuh di utara Gaza dengan tembakan pesawat tak berawak Israel. Serangan itu menargetkan anak-anak dalam perjalanan mereka untuk memeriksa rumah mereka yang hancur di daerah tersebut.

Baca Juga

Pasukan penjajah juga melepaskan tembakan dan membunuh Muhand Jamal al-Najjar (20 tahun) di dekat bundaran Bani Suheila di timur kota Khan Younis, kantor berita Palestina WAFA melaporkan. Sumber rumah sakit Gaza mengatakan bahwa tembakan Israel juga melukai tiga warga Palestina di al-Mughraqa di Jalur tengah dan daerah al-Mawasi di Rafah di selatan. 

Sejak “gencatan senjata”, yang hampir setiap hari dilanggar oleh Israel, mulai berlaku pada pertengahan Oktober, lebih dari 600 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 1.600 orang terluka, menurut angka terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Palestina awal pekan ini.

Kematian terbaru ini terjadi ketika militer Israel mempertahankan blokade terhadap warga Palestina yang ingin keluar dari Gaza melalui penyeberangan Rafah ke Mesir untuk mendapatkan perawatan medis.

photo
Warga Palestina melaksanakan salat Tarawih di masjid Al-Kinz pada malam pertama bulan suci Ramadhan di Kota Gaza, Selasa (17/2/2026). - (EPA/MOHAMMED SABER)

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah menghitung total 260 pasien yang meninggalkan Gaza sejak hari pertama pembukaan kembali dua setengah minggu lalu. Jumlah ini sebagian kecil dari sekitar 18.500 orang yang sangat membutuhkan evakuasi. 

Jumlah tersebut bahkan jauh dari janji sebelumnya dari pejabat perbatasan Mesir bahwa setidaknya 50 warga Palestina akan menyeberang ke kedua arah mulai hari pertama. Sebaliknya, hanya lima pasien yang diizinkan keluar.

Kondisi di Tepi Barat juga memprihatinkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement