Senin 16 Feb 2026 09:22 WIB

Dewan Perdamaian Siapkan 5 Miliar Dolar untuk Bangun Gaza

Trump tetap menuntut pelucutan senjata Hamas.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Warga Palestina memeriksa lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kamp tenda yang menampung pengungsi di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 4 Februari 2026. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, setidaknya dua orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan itu.
Foto: EPA/HAITHAM IMAD
Warga Palestina memeriksa lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kamp tenda yang menampung pengungsi di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 4 Februari 2026. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, setidaknya dua orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, negara anggota Dewan Perdamaian akan menyalurkan dana bantuan rekonstruksi Jalur Gaza sebesar 5 miliar dolar AS. Namun, Trump, selaku Ketua Dewan Perdamaian, tetap menuntut perlucutan senjata kelompok Hamas.

"Pada tanggal 19 Februari 2026, saya akan kembali bergabung dengan para anggota Dewan Perdamaian di Donald J. Trump Institute of Peace di Washington, D.C., di mana kami akan mengumumkan bahwa negara-negara anggota telah menjanjikan lebih dari 5 miliar dolar AS untuk upaya kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza," kata Trump lewat akun Social Truth pribadinya, Ahad (15/2/2026).

Baca Juga

Dalam unggahannya, Trump pun menyinggung soal komitmen negara anggota Dewan Perdamaian yang akan mengerahkan ribuan personel untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional. Dia mengatakan, pasukan tersebut akan bertugas menjaga keamanan dan perdamaian bagi warga Gaza.

"Yang sangat penting, Hamas harus menjunjung tinggi komitmennya terhadap demiliterisasi penuh dan segera. Dewan Perdamaian akan terbukti menjadi badan internasional yang paling berpengaruh dalam sejarah, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai ketuanya," kata Trump.

Dalam unggahan di akun Social Truth-nya, Trump memuji peran yang telah dan akan diemban Dewan Perdamaian. "Dewan Perdamaian memiliki potensi yang tak terbatas. Oktober tahun lalu, saya merilis rencana untuk mengakhiri konflik di Gaza secara permanen, dan visi kami diadopsi secara bulat oleh Dewan Keamanan PBB," tulisnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement