REPUBLIKA.CO.ID, KOTAWARINGIN TIMUR -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit bersama warga berhasil menyelamatkan dan melepasliarkan seekor anak trenggiling (Manis javanica). Anak trenggiling itu dilepas ke habitat aslinya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
"Alhamdulillah, personel pos Sampit melakukan giat serah terima sekaligus pelepasliaran seekor trenggiling dengan berat sekitar 1,5 kg berjenis kelamin betina yang ditemukan oleh warga," kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (13/2/2026).
Muriansyah menjelaskan, penyelamatan salah satu satwa liar yang dilindungi undang-undang, bermula pada Rabu (11/2/2026) siang WIB, saat seorang warga bernama Ehen sedang membersihkan kebun kelapa sawit di Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut. Yang bersangkutan dikejutkan kehadiran seekor anak trenggiling yang merayap di area perkebunan tersebut.
Menyadari satwa tersebut merupakan spesies langka, kata Muriansyah, temuan itu segera dilaporkan kepada staf PT Rimba Makmur Utama (RMU) Sulaiman. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada personel BKSDA Resort Sampit untuk mendapatkan arahan penanganan lebih lanjut.
Demi keamanan satwa, anak trenggiling tersebut sempat diamankan oleh anggota Babinsa Supriadi untuk dibawa menuju Kota Samuda. Sesampainya di sana, menurut Muriansyah, satwa diserahkan kembali kepada Sulaiman untuk dirawat sementara waktu.
"Kemudian, pada Rabu malam, kami berkoordinasi dengan Manajer Biodiversity PT RMU, Ahmad Kasful Anwar. Hasil koordinasi menyepakati satwa harus segera dikembalikan ke habitat lebih aman di areal restorasi ekosistem," ujar Muriansyah.