Kamis 12 Feb 2026 20:27 WIB

Kata-Kata Terakhir Petinggi Sindikat Judol China Sebelum Dieksekusi Mati

Sindikat judol kelompok Ming mengaku malu dan menyesal.

Eksekusi mati bos Judol China (ilustrasi).
Foto: Republika
Eksekusi mati bos Judol China (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sindikat penipuan daring asal China yang dikenal sebagai kelompok Ming menyampaikan kata-kata terakhir sebelum dieksekusi mati. Pemimpin kelompok yang sebelumnya beroperasi di Myanmar itu menyampaikan permohonan maaf untuk terakhir kalinya. 

Dalam video yang dirilis media pemerintah China pada Jumat (6/2) tampak cucu dari pemimpin kelompok Ming, Ming Zhenzhen, di depan pengadilan rakyat menengah Wenzhou, menyampaikan rasa malu dan bersalah atas keterlibatannya dalam sindikat penipuan daring yang dimotori oleh keluarganya.

Baca Juga

"Sekarang saya sangat sadar akan kesalahan saya dan menyesal atas kebodohan dan ketidaktahuan saya di masa lalu. Saya meminta maaf dan saya siap bertanggung jawab atas apa yang seharusnya saya tanggung," kata Ming Zhenzhen dalam video yang dirilis oleh media pemerntah China CCTV dan dikutip media-media lainnya.

Bai Yincang yang tergabung dalam sindikat keluarga Bai mengutarakan kebenciannya atas tindakan kriminalnya yang mengakibatkannya kehilangan harta benda.

"Saya ingin meminta maaf kepada rakyat China dan pemerintah China atas nama seluruh keluarga saya. Tindakan kami telah menyebabkan kerugian bagi puluhan ribu orang China. Saya sangat menyesal," katanya di depan pengadilan rakyat menengah Shenzhen.

Keluarga Ming dan Bai mendirikan kompleks penipuan daring di Kokang, Myanmar, dan terlibat dalam pengoperasian kasino, judol, pemerasan, dan penahanan ilegal.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement