Selasa 10 Feb 2026 06:45 WIB

Arah Angin Serta Jejak Kaki dan Kotoran Unta Bantu Julian Johan Taklukkan Reli Dakar 2026

Unta mengetahui area padang pasir yang padat dan dapat dilalui mobil.

Rep: Fitriyanto,Fitriyanto,Israr/ Red: Israr Itah
Julian Johan alias Jejelogy
Foto: REPUBLIKA/Israr Itah
Julian Johan alias Jejelogy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dua pembalap Indonesia, Julian Johan dan Shammie Zacky Baridwan, mencatatkan sejarah di ajang reli paling bergengsi dunia Reli Dakar 2026 di Arab Saudi pada 3–17 Januari 2026. Keduanya berhasil menuntaskan seluruh 13 etape dan mencapai garis finis pada kategori Dakar Classic.

Julian Johan, yang dikenal dengan julukan Jejelogy, tampil impresif dengan mengandalkan Toyota Land Cruiser 100. Bersama navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisir, ia tak hanya menyelesaikan reli ekstrem tersebut, tetapi juga menembus lima besar klasemen akhir Dakar Classic. Bahkan, Jeje menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai kelas Iconic Classic Club.

Baca Juga

Dlam perbincangan dengan Republika.co.id pada Senin (10/2/2026), Jeje mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapinya. Salah satunya yang terbesar adalah kemampuan membaca medan gurun pasir. Menurutnya, mengenali karakter pasir menjadi kunci utama agar kendaraan tidak terjebak.

“Di gurun pasir itu yang paling penting adalah bisa membaca mana pasir yang padat dan mana yang lembek. Itu bisa dilihat dari warna, tekstur, bentuk permukaan, sampai arah angin,” ujar Jeje.

Ia menjelaskan, sisi bukit pasir yang terdorong angin umumnya lebih keras dibandingkan sisi sebaliknya. Pemahaman tersebut menentukan jalur mana yang aman untuk didaki.

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Disorientasi menjadi ancaman serius di hamparan gurun luas yang tampak seragam ke segala arah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement