Senin 09 Feb 2026 10:08 WIB

Rusia Sebut Skandal Jeffrey Epstein Menyingkap Wajah Asli Elite Barat

Rusia menyebut file Epstein menggambarkan kemerosotan moral elite negara Barat.

Jeffrey Epstein, tengah, muncul di pengadilan di West Palm Beach, Florida, 30 Juli 2008.
Foto: Uma Sanghvi/Palm Beach Post via AP
Jeffrey Epstein, tengah, muncul di pengadilan di West Palm Beach, Florida, 30 Juli 2008.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW --  Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan berkas-berkas yang dipublikasikan dalam kasus mendiang taipan keuangan ternama Jeffrey Epstein telah membuka apa yang dia sebut sebagai “wajah asli” elite Barat. Dalam pernyataannya pada Ahad(8/2/2026), Lavrov menilai dokumen tersebut memperlihatkan praktik yang melampaui nalar manusia dan menggambarkan kemerosotan moral di kalangan elite negara-negara Barat.

Komentar itu disampaikan Lavrov di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Rusia dan negara-negara Barat, serta perdebatan global mengenai transparansi, akuntabilitas, dan pengaruh elite dalam sistem internasional.

Baca Juga

Berbicara kepada stasiun televisi Rusia, NTV, Lavrov menyebut isu berkas Epstein sebagai bukti keberadaan apa yang ia gambarkan sebagai “Barat kolektif” dan struktur kekuasaan tersembunyi yang berupaya mengendalikan negara-negara Barat dan dunia secara lebih luas.

Ia menggunakan istilah “deep state”, atau yang menurutnya lebih tepat disebut sebagai “deep union”, untuk merujuk pada jaringan kekuasaan tersebut.

“Topik ini adalah tentang mengungkap wajah sebenarnya dari apa yang disebut Barat kolektif, yang mencoba memerintah seluruh dunia,” kata Lavrov.

Ia menambahkan bahwa apa yang terungkap dalam dokumen tersebut, menurut pandangannya, berada di luar logika manusia dan merupakan bentuk “satanisme murni”.

Pada 2019, Jeffrey Epstein didakwa di pengadilan Amerika Serikat atas kasus perdagangan seks anak di bawah umur serta konspirasi untuk melakukan kejahatan tersebut. Ia terancam menghadapi hukuman penjara lebih dari 40 tahun.

Menurut pihak penuntut, sejak 2002 hingga 2005, Epstein melakukan hubungan seksual dengan puluhan gadis di bawah umur yang ia terima di kediamannya di New York dan Florida. Epstein membayar mereka secara tunai dan kemudian menugaskan beberapa korban untuk merekrut gadis-gadis baru. Beberapa di antaranya bahkan berusia 14 tahun.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement