Ahad 08 Feb 2026 21:46 WIB

Ketua Dewan Pers Sebut Platform Global Picu PHK Industri Media

Sekarang ini semua media tradisional mengalami PHK karena pendapatannya menurun.

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Aula Aston Hotel, Kota Serang, Provinsi Banten, Ahad (8/2/2026).
Foto: Antara/Desi Purnama Sari
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Aula Aston Hotel, Kota Serang, Provinsi Banten, Ahad (8/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, menyatakan, dominasi platform global menyedot potensi pendapatan iklan media konvensional. Hal itu menjadi penyebab utama gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di bidang industri medi saat ini.

Komaruddin menjelaskan, iklan yang dulunya menjadi "amunisi" atau sumber pendapatan utama bagi televisi dan media arus utama lainnya, kini beralih ke media sosial (medsos). Tidak sedikit, iklan masuk ke layanan video berbagi, seperti YouTube.

Baca Juga

"Sekarang ini semua media tradisional mengalami PHK karena pendapatannya (income) menurun. Dari mana income-nya? Dari iklan. Iklan larinya ke medsos," kata Komaruddin di sela Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Aula Aston Hotel, Kota Serang, Provinsi Banten, Ahad (8/2/2026).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement