Kamis 05 Feb 2026 01:00 WIB

Pemkab Bangkalan Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes

Pemkab Bangkalan mendampingi santriwati korban kekerasan seksual di Galis. Kasus ini melibatkan dua oknum lora dari pesantren.

Rep: antara/ Red: antara
Pemkab Bangkalan lakukan pendampingan korban kekerasan seksual.
Foto: antara
Pemkab Bangkalan lakukan pendampingan korban kekerasan seksual.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN, – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, melakukan pendampingan kepada santriwati yang menjadi korban kekerasan seksual oleh oknum lora, anak pengasuh salah satu pondok pesantren di Kecamatan Galis, Bangkalan. Langkah ini diambil setelah korban mengalami trauma berat akibat kekerasan tersebut.

Menurut Sudiyo, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Bangkalan, pendampingan psikologis dilakukan berdasarkan hasil survei dan pengakuan korban serta keluarganya. Kasus kekerasan seksual ini ternyata telah berlangsung lebih dari satu tahun sebelum mencuat ke publik dan diproses hukum di Mapolda Jatim.

Korban diduga mengalami kekerasan sejak Januari 2024 hingga September 2025 oleh dua oknum lora. Pelaku pertama berinisial UF, sedangkan pelaku kedua berinisial S, yang merupakan saudara kandung UF. Kekerasan oleh pelaku kedua berlangsung dari Februari hingga Juli 2024.

Kasus ini mulai terungkap setelah dua aktivis organisasi keperempuanan mahasiswa melaporkan kejadian tersebut ke UPTD PPA Bangkalan melalui layanan pengaduan pada 28 November 2025. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas lembaga.

Sebelum UPTD PPA melakukan pendampingan, pihak keluarga korban telah lebih dahulu melaporkan kasus ini ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. UPTD PPA kemudian melakukan asesmen, konseling, serta koordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur.

Pemkab Bangkalan fokus pada pemulihan trauma korban. UPTD PPA berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk pemenuhan hak korban, termasuk pengajuan restitusi melalui kuasa hukum korban. Saat ini korban berada di salah satu rumah familinya dalam keadaan aman dan diawasi oleh pihak berwajib.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement