Rabu 28 Jan 2026 14:30 WIB

Trump: Armada Militer AS Lainnya Sedang Menuju Iran

Donald Trump menyebut Teheran mencapai sebuah kesepakatan.

Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.
Foto: Dok US Navy
Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Selasa (27/1/2025) bahwa armada AS lainnya sedang berlayar menuju Iran. Ia berharap Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington.

“Ada armada lainnya yang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini,” kata Trump dalam pidatonya.

Baca Juga

“Saya harap mereka mencapai kesepakatan.”

Sejak Iran sebelumnya melancarkan penindakan terhadap protes yang disertai dengan pemadaman internet total, Trump telah memberikan sinyal yang beragam tentang intervensi ke Teheran.  Beberapa oposan pemerintah menganggap intervensi itu sebagai satu-satunya cara untuk membawa perubahan.

“Kita memiliki armada besar di sebelah Iran. Lebih besar dari Venezuela,” kata Trump kepada situs berita Axios minggu ini.

Pernyataan itu disampaikan beberapa minggu setelah aksi militer AS yang mengakibatkan penangkapan presiden negara Amerika Latin, Nicolas Maduro.

Namun Trump menyatakan, Teheran ingin mencapai sebuah kesepakatan. 

“Mereka ingin mencapai kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berbicara.”

Komando Pusat AS awal pekan ini menyatakan sebuah kelompok penyerang yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln kini telah tiba di perairan Timur Tengah. Komando itu tak mengungkapkan lokasi tepatnya.

Iran dapat dukungan Saudi

Di tengah ancaman itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah melakukan panggilan telepon dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam percakapan telepon dengan pemimpin Arab Saudi pada Selasa, Pezeshkian mengecam ancaman AS, dengan mengatakan bahwa intervensi tersebut bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan. Menurut Pezeshkian, ancaman itu tidak akan menghasilkan apa pun selain ketidakstabilan.

"Tekanan ekonomi dan campur tangan eksternal, menyatakan bahwa tindakan tersebut gagal melemahkan ketahanan dan kesadaran rakyat Iran," demikian pernyataan dari kantor Pezeshkian pada hari Selasa.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement