Senin 26 Jan 2026 18:59 WIB

Gema Bangsa Dukung Prabowo Subianto

Periode 2029-2034 dinilai masa konsolidasi negara.

Unsur pimpinan Gema Bangsa.
Foto: Dok Republika
Unsur pimpinan Gema Bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Gema Bangsa yang dideklarasi sebagai partai pada 17 Januari 2026 lalu di JICC, mendukung Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029. Waketum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro menegaskan, keputusan ini bukanlah pilihan pragmatis apalagi sekadar menumpang pada kekuasaan.

Keputusan ini adalah keputusan politik yang sadar, keras dan penuh risiko, yaitu menempatkan Prabowo Subianto sebagai alat sejarah.

Baca Juga

"Sebagai jalan transisi dan sebagai palu untuk menghantam struktur lama yang membuat Indonesia terus terjebak sebagai bangsa setengah merdeka," kata Joko dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2026).

Diungkapkan Joko, Indonesia hari ini belum benar-benar mandiri dan berdaulat. Indonesja masih hidup dalam ekonomi yang dikendalikan oleh modal besar, tunduk pada kepentingan global, dan masih disandera oleh oligarki yang menyusup ke dalam negara.

Pemilu datang dan pergi, wajah kekuasaan berganti tetapi struktur penindasan tetap berdiri kokoh. Demokrasi hanya menjadi panggung sirkulasi elite dan bukan alat pembebasan rakyat.

Dalam konteks inilah, sambung Joko, Prabowo Subianto tidak boleh dibaca sebagai figur biasa. Meski dia bukan tujuan akhir, tapi dia adalah fase. Dia adalah alat transisi sejarah yang telah dibuktikan dengan segenap prestasi dalam menjalankan pemerintahannya hingga saat ini yang berpihak pada kepentingan rakyat dan membangkitkan kembali martabat bangsa dimata bangsa-bangsa lain.

"Dukungan pada Pilpres 2029 harus dipahami sebagai upaya merebut kembali negara dari tangan para pemilik modal, para perampok sumber daya dan para makelar kekuasaan," terangnya.

Periode 2029-2034, tambah Joko, harus dijadikan masa konsolidasi negara dengan memperkeras kedaulatan ekonomi, menegakkan kembali wibawa negara atas pasar dan memutus ketergantungan struktural pada asing dan oligarki domestik.

Gema Bangsa mengingatkan, Indonesia tak akan pernah menjadi negara besar jika negara terus kalah dari pemilik uang. Indonesia tidak akan pernah bermartabat jika kebijakan publik terus ditulis oleh kepentingan korporasi. Indonesia tidak akan pernah mandiri jika elite politik hanya berani mengelola, tetapi tidak pernah berani merombak.

Karena itu, roadmap politik menuju Indonesia 2045 bukan roadmap basa-basi. Ini adalah roadmap pertarungan. Karenanya, dalam menjalankan roadmap politik Partai Gema Bangsa, Prabowo Subianto adalah satu-satunya figur yang diyakikini dan terbukti memiliki keberanian.

"Untuk diposisikan sebagai figur yang mampu memimpin fase penertiban, fase penataan ulang dan fase pemaksaan kehendak negara atas kepentingan pasar," tuturnya.

Dukungan terhadap Pabowo, jelas Joko, juga untuk menghindari spekulasi politik dalam menjalankan visi dan roadmap politik Partai Gema Bangsa. Karena jika gagal, maka pergantian pemerintahan hanya akan menjadi episode lain dari kekuasaan yang tidak mengubah apa-apa.

Selain itu, ditegaskannyaa, dukungan Partai Gema Bangsa terhadap Prabowo bukanlah dukungan buta dan jinak. Dukungan ini penuh syarat. Di bawah Pemerintahan Prabowo saat ini dan yang akan datang, negara harus lebih kuat dari oligarki, politik harus lebih berdaulat dari modal dan ekonomi harus kembali tunduk pada kepentingan nasional.

Partai Gema Bangsa berkomitmen akan terus mengawal dan menjaga visi dan roadmap politik ini hingga Tahun 2045 agar setiap periode pemerintahan tidak menjadikan tujuan Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi perayaan kosong.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement