Senin 26 Jan 2026 16:28 WIB

KSAL: 23 Marinir Jadi Korban Longsor Cisarua, Baru Empat Ditemukan Meninggal Dunia

Hingga kini baru ditemukan empat marinir dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Warga membersihkan puing bangunan saat mencari korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan bersama pihak desa setempat hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak bencana tanah longsor dengan rincian 23 orang selamat, delapan orang ditemukan meninggal dunia dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian.
Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Warga membersihkan puing bangunan saat mencari korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan bersama pihak desa setempat hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak bencana tanah longsor dengan rincian 23 orang selamat, delapan orang ditemukan meninggal dunia dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan 23 personel Marinir menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Dari jumlah itu, baru empat personel ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun, longsor. Saat ini sudah diketemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan," kata Ali saat ditemui awak media di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Baca Juga

Ali mengatakan prajurit Marinir itu berada di lokasi tersebut guna menggelar latihan untuk persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Saat para personel sedang melakukan latihan, lokasi tersebut kebetulan tengah diguyur hujan selama dua hari.

"Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor, dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana," kata Ali.

Ali melanjutkan hingga saat ini jajaran TNI AL tengah mencari prajurit lainnya yang menjadi korban tanah longsor di Cisarua. Pihaknya telah mengerahkan alat berat dan drone untuk mempercepat proses evakuasi korban.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026 yang berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Sementara itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Dinas Sosial, Tagana, dan unsur terkait lainnya masih melanjutkan pencarian korban hilang serta penanganan dampak bencana di lokasi kejadian.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement