Senin 05 Jan 2026 06:02 WIB

Menhan Venezuela: Sebagian Besar Anggota Paspampres Maduro Tewas Dibunuh Tentara AS

Tak hanya Paspampres, warga sipil juga disebut dibunuh tentara AS.

Foto dalam postingan TruthSocial dari Presiden AS Donald Trump menunjukkanPresiden Venezuela Nicolás Maduro di atas kapal USS Iwo Jima Sabtu, 3 Januari 2026.
Foto: TruthSocial via AP
Foto dalam postingan TruthSocial dari Presiden AS Donald Trump menunjukkanPresiden Venezuela Nicolás Maduro di atas kapal USS Iwo Jima Sabtu, 3 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTa -- Sebagian besar tim pengamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS), Sabtu (3/1). Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, Ahad (4/1).

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Padrino menuduh personel militer AS yang terlibat dalam operasi tersebut telah secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil tidak bersalah.

Baca Juga

Namun, ia tidak merinci jumlah korban dalam insiden tersebut. Padrino juga menyebut Maduro sebagai pemimpin sah dan autentik Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa aksi militer AS pada Sabtu (3/1) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga menyatakan AS akan menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, dengan mengerahkan pasukan AS jika diperlukan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara/Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement