Ahad 04 Jan 2026 15:49 WIB

AS Tangkap Presiden Maduro, China Terkejut Washington Langgar Kedaulatan Terang-terangan

China mendesak Amerika Serikat mematuhi hukum internasional.a

Kepulan asap terlihat di bandara La Carlota setelah terjadinya ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).
Foto: AP Photo/Matias Delacroix
Kepulan asap terlihat di bandara La Carlota setelah terjadinya ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China mengecam keras penggunaan kekerasan secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela dan presidennya, Nicolas Maduro. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Sabtu.

“China sangat terkejut dan mengecam keras penggunaan kekuatan secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap negara berdaulat serta tindakan terhadap presidennya,” ujar juru bicara tersebut.

Baca Juga

Juru bicara itu mengatakan China mendesak Amerika Serikat mematuhi hukum internasional dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan serta keamanan negara lain.

“Kami menyerukan kepada Amerika Serikat agar mematuhi hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain,” kata kementerian tersebut.

Ia menambahkan bahwa tindakan hegemonik Amerika Serikat itu secara serius melanggar hukum internasional, mencederai kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin.

Secara terpisah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui, AS sempat mempertimbangkan kemungkinan membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat operasi penangkapannya.

Pernyataan itu memicu sorotan internasional dan memperdalam ketegangan terkait tindakan AS di negara Amerika Latin itu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement