Jumat 02 Jan 2026 19:40 WIB

Jateng Dikunjungi 3,8 Juta Wisatawan Selama Nataru, Masjid Agung Demak Masuk Destinasi Favorit

Jumlah itu mengalami kenaikan 1,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Mas Alamil Huda
Wisatawan berkeliling di kawasan Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2022). Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi. Saat ini Masjid Agung Demak menjadi ikon wisata Kabupaten Demak yang menjadi tujuan pariwisata.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Wisatawan berkeliling di kawasan Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2022). Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi. Saat ini Masjid Agung Demak menjadi ikon wisata Kabupaten Demak yang menjadi tujuan pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Lebih dari 3,8 juta wisatawan mengunjungi Jawa Tengah (Jateng) selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Jumlah itu mengalami kenaikan 1,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Jawa Tengah pada masa libur Nataru, dimulai dari tanggal 20 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026, sebanyak 3.893.360 wisatawan. Dibanding realisasi periode yang sama, yakni libur Nataru 2024/2025, mengalami kenaikan 1,89 persen," ungkap Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Muhamad Masrofi, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga

Dia menambahkan, kunjungan wisatawan ke Jateng pada periode liburan Nataru 2024/2025 mencapai 3,82 juta orang. Masrofi mengungkapkan, konsentrasi kunjungan wisatawan selama libur Nataru 2025/2026 di Jateng tersebar di beberapa daerah seperti Kota Semarang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Demak, Kabupaten Rembang, dan Kota Surakarta.

Menurut Masrofi, terdapat sejumlah objek wisata dan religi yang menjadi destinasi favorit wisatawan. Mereka antara lain Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Dieng, dan Masjid Sheikh Zayed di Surakarta. "Ini destinasi favorit wisatawan yang ada di Jawa Tengah," ujarnya.

Dia menambahkan, tiga objek wisata dan religi si Jateng dengan kunjungan wisatawan tertinggi selama periode libur Nataru 2025/2026 adalah Kota Lama Semarang (461.197 wisatawan), Masjid Agung Demak (298.315 wisatawan), dan tempat pemakaman Sunan Kalijaga (272.368 wisatawan).

Posisi berikutnya disusul Candi Prambanan (232.983 wisatawan), Masjid Sheikh Zayed (167.524 wisatawan), Candi Borobudur (146.860 wisatawan), dan kawasan Dieng (136.643 wisatawan). Objek wisata Lawang Sewu di Kota Semarang juga dikunjungi cukup banyak turis selama liburan Nataru, yakni mencapai 108.522 orang.

"Jadi ini mix, antara (tempat) sejarah, religi, dan alam," kata Masrofi.

Masrofi mengungkapkan, periode libur Nataru 2025/2026 masih akan berlangsung hingga 4 Januari 2026. Oleh sebab itu, jumlah kunjungan wisatawan selama Nataru diperkirakan akan bertambah.

"Prediksi kami antara 4,3 sampai 4,5 juta kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah sampai 4 Januari 2026," ujar Masrofi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement