Sabtu 27 Dec 2025 15:31 WIB

Bahlil: 224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik Pascabanjir

ESDM mengirim bantuan seribu unit genset ke Aceh.

Warga berobat saat pemadaman listrik sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Kondisi RSUD Aceh Tamiang terkini sudah 15 persen pulih dengan sejumlah fasilitas kembali beroperasi seperti layanan instalasi gawat darurat (IGD), poli klinik hingga rawat inap. Meski demikian, Direktur RSUD Aceh Tamiang Andika Putra mengungkapkan, pemulihan layanan dan fasilitas kesehatan secara penuh dapat memakan waktu sekitar 3 bulan pascabencana.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga berobat saat pemadaman listrik sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Kondisi RSUD Aceh Tamiang terkini sudah 15 persen pulih dengan sejumlah fasilitas kembali beroperasi seperti layanan instalasi gawat darurat (IGD), poli klinik hingga rawat inap. Meski demikian, Direktur RSUD Aceh Tamiang Andika Putra mengungkapkan, pemulihan layanan dan fasilitas kesehatan secara penuh dapat memakan waktu sekitar 3 bulan pascabencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan 224 desa di Provinsi Aceh belum teraliri listrik pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang berlangsung pada penghujung November. ESDM mengirim bantuan seribu unit genset.

“Dalam catatan kami, masih ada 224 desa di Provinsi Aceh yang belum teraliri listrik,” ucap Bahlil di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Baca Juga

Desa-desa tersebut, tutur dia melanjutkan, berlokasi di sekitar 10 kabupaten yang infrastrukturnya masih dalam proses perbaikan, termasuk Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Nah, dalam rangka bagaimana memberikan pelayanan maksimal, kami rapat dengan tim, bicara sama PLN,” ujarnya.

ESDM pun mengirim bantuan berupa seribu unit genset serta 3 ribu unit kompor gas bagi warga yang terdampak bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.

“Maka atas arahan Bapak Presiden, kami mencoba mengoptimalkan seluruh kekuatan negara, maka Kementerian ESDM hari ini mengirimkan seribu unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5–7 kVA,” ucap Bahlil.

Bantuan genset dikirim menggunakan pesawat Hercules Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi mengatakan pengiriman genset menggunakan lima pesawat hercules, dan masing-masing pesawat mengangkut 200 genset.

Sebanyak dua pesawat mendarat di Lhokseumawe, dua pesawat di Rembele, dan satu pesawat di Banda Aceh.

“Semua pesawat misinya adalah membawa genset dari Kementerian ESDM,” katanya.

Bahlil menegaskan bahwa seribu genset yang dikirimkan saat ini masih tahap pertama. Selama infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut belum pulih, tutur dia, Kementerian ESDM akan terus melakukan intervensi, seperti mengirim bantuan berupa genset.

Terkait pasokan solar untuk seribu genset tersebut, Bahlil menyampaikan sudah membuat tim terpadu dengan Pertamina Patra Niaga.

“Teman-teman Pertamina Patra Niaga yang akan memasok BBM-nya agar saudara-saudara kita yang kena musibah bisa cepat merasakan pelayanan negara, khususnya di sektor energi,” kata Bahlil.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement