REPUBLIKA.CO.ID, SANAA -- Suriah pada Kamis (25/12/2025) menyatakan akan mulai menukar uang kertas lama dengan mata uang nasional baru mulai 1 Januari 2026. Langkah ini dipuji sebagai “awal dari fase ekonomi dan moneter baru”.
Gubernur Bank Sentral Suriah Abdel Qader al-Hasriya mengatakan dekrit presiden yang mengizinkan penerbitan mata uang baru telah diberlakukan.
“Ini adalah tonggak nasional penting yang mencerminkan awal dari fase ekonomi dan moneter baru,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Hasriya mengatakan Dekrit Nomor 293 Tahun 2025 memberikan kewenangan kepada bank sentral untuk menetapkan tenggat waktu dan lokasi penukaran uang kertas lama dengan yang baru. Ia menambahkan, proses tersebut akan dimulai pada 1 Januari 2026.
Dalam unggahan terpisah, Hasriya menyebut bank sentral akan menggelar konferensi pers khusus pada Ahad untuk memaparkan secara rinci proses penukaran, termasuk jadwal, pusat penukaran yang disetujui, serta langkah-langkah implementasi.