Kamis 25 Dec 2025 11:43 WIB

Rabbi Yahudi Ingin Ubah Buku Ajar Indonesia, Ini Alasannya

Kaploun resah dengan gerakan antisemit di seluruh dunia.

Rabbi Yehuda Kaploun tiba di sidang konfirmasi Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS tentang pencalonannya menjadi utusan khusus untuk memantau dan memerangi antisemitisme, 19 November 2025, di Capitol Hill di Washington.
Foto: AP Photo/Julia Demaree Nikhinson
Rabbi Yehuda Kaploun tiba di sidang konfirmasi Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS tentang pencalonannya menjadi utusan khusus untuk memantau dan memerangi antisemitisme, 19 November 2025, di Capitol Hill di Washington.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Rabbi Yahudi Amerika yang ingin mengubah kurikulum Indonesia viral di media sosial. Rabbi itu diketahui bernama Yehuda Kaploun.

"Ini bukan tentang sejarah ini tentang pendidikan, Indonesia memiliki 350 juta penduduk Muslim yang tinggal di negara ini, bagaimana kita mengubah buku ajar mereka," ujar Rabbi Kaploun.

Baca Juga

Rabbi Kaploun menyampaikan pernyataannya saat interview khusus di acara The Jerusalem Post Washington Conference pada 10 Desember 2025 lalu.

Tidak dijelaskan dalam konteks apa Rabbi tersebut ingin mengubah buku ajar Indonesia. Namun jika menilik pernyataannya, secara garis besar ia tak ingin ada ajaran anti-Yahudi, termasuk di kurikulum nasional.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta pertanggungjawaban orang-orang di Gaza termasuk pemerintahannya. Amerika, kata ia, telah membayar ke PBB untuk memberikan buku ajar kepada warga di Gaza. Namun buku itu tidak digunakan, warga lokal tetap menggunakan buku ajaran lama mereka.

"Kita harus mengajakan bahwa mendidik anak jadi seorang martir bukanlah hal baik," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement