Kamis 25 Dec 2025 03:00 WIB

Karantina Kalsel Musnahkan Ribuan Bibit Sawit dan Telur Belangkas Ilegal

Balai Karantina Kalsel memusnahkan 2.500 bibit sawit dan 80 kg telur belangkas ilegal untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit.

Rep: antara/ Red: antara
Karantina Kalsel musnahkan ribuan sawit dan telur kepiting ilegal.
Foto: antara
Karantina Kalsel musnahkan ribuan sawit dan telur kepiting ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN, – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan memusnahkan 2.500 batang bibit kelapa sawit dan 80 kilogram telur belangkas yang dilindungi penuh karena tidak memenuhi persyaratan karantina. Pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit serta melindungi satwa langka.

Pelaksana Harian (Plh) Karantina Kalsel, Priyatno, menyatakan bahwa pemusnahan tersebut merupakan langkah untuk memastikan keamanan terhadap risiko hama atau penyakit. Barang-barang ini ditemukan saat pengawasan rutin di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Priyatno menekankan pentingnya dokumen karantina untuk mencegah penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Tanpa dokumen ini, risiko kerugian dan ancaman terhadap keberlanjutan usaha di sektor terkait menjadi sangat besar.

Pemusnahan dilakukan dengan incinerator dan disaksikan oleh instansi terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin dan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banjarmasin. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa komoditas tersebut tidak menimbulkan dampak luas di masyarakat.

Karantina Kalsel mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar selalu melaporkan dan memeriksakan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan saat dilalulintaskan antarwilayah. Kepatuhan terhadap aturan karantina merupakan investasi berharga untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement